AS Buka Lagi Misi Diplomatik di Somalia

AS Buka Lagi Misi Diplomatik di Somalia
Petugas keamanan pemerintah Somalia berjaga di ruas jalan raya di Mogadishu setelah terjadi penyerangan oleh kelompok yang diduga dari Al-Shebab, Rabu (18/2). ( Foto: AFP/Mohamed Abdiwahab )
Unggul Wirawan / WIR Jumat, 7 Desember 2018 | 08:42 WIB

Mogadishu- Amerika Serikat (AS) telah membangun kembali misi diplomatik permanen di Somalia. Menurut Departemen Luar Negeri AS, kebijakan ini dibuat hampir tiga dasawarsa setelah AS menutup kedutaan Mogadishu pada Januari 1991.

"Peristiwa bersejarah ini mencerminkan kemajuan Somalia dalam beberapa tahun terakhir dan merupakan langkah maju dalam memformalkan keterlibatan diplomatik AS di Mogadishu sejak mengakui pemerintah federal Somalia pada 2013," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert, Rabu (5/12).

Kedutaan AS ditutup dan para diplomat Amerika dievakuasi saat perang saudara pada awal Januari 1991. Perang itu mengakibatkan banyak aksi kekerasan dan runtuhnya pemerintah Somalia.

"Kembalinya kami menunjukkan komitmen Amerika Serikat untuk lebih memajukan stabilitas, demokrasi, dan pembangunan ekonomi yang menjadi kepentingan kedua negara," tambah Nauert.

Selama beberapa tahun terakhir, misi diplomatik AS untuk Somalia telah digabungkan ke Kedutaan Besar AS di Nairobi, Kenya.

"Duta Besar Donald Yamamoto dan timnya sudah menantikan untuk bekerja sama dengan orang-orang dari pemerintah federal Somalia dalam rangka mempererat hubungan bilateral kami yang sudah kuat," kata Nauert.

Dalam beberapa tahun terakhir, Negara Tanduk Afrika itu menghadapi masalah pemberontakan kelompok bersenjata al-Shabab yang terkait al-Qaeda, kelaparan dan pembajakan laut.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE