Otoritas Afrika menangkap buaya yang lepas.
Baru sekitar 5.000 ekor yang sudah tertangkap lagi.

Polisi Afrika Selatan harus dikerahkan untuk membantu menangkap kembali sekitar 10.000 ekor buaya yang lolos dari sebuah tempat penangkaran karena terbawa banjir ke sungai-sungai terbesar di selatan negara itu, demikian menurut para pejabat setempat Jumat (24/1).

Para peternak buaya, warga setempat dan polisi sejauh ini sudah memerangkap ribuan buaya, mengikatkan kaki mereka ke punggung dengan lakban plastik dan menaruhnya di mobil-mobil pickup.

Pintu air di Penangkaran Buaya Rakwena, di dekat perbatasan Botswana dan Zimbabwe, terpaksa dibuka karena dikhawatirkan air banjir yang terus naik akan membunuh buaya-buaya tersebut, sehingga sekitar 15.000 buaya bisa lolos menuju Sungai Limpopo.

"Kami bisa lebih berhasil pada malam hari, karena lebih mudah melihat mereka," kata Zane Langman, kerabat dari pemilik penangkaran itu. Mata buaya memantulkan cahaya seperti mata kucing di malam hari.

Sebagian besar buaya itu berukuran kurang dari 2 meter panjangnya. Area tersebut banyak dipakai oleh berbagai tempat penangkaran buaya yang memasok kulit ke industri fashion.

"Kami bekerja secara tim dengan para pemilik itu," kata juru bicara kepolisian setempat Brigadir Hangwani Mulaudzi. Sejauh ini belum ada laporan korban serangan buaya-buaya itu.

Polisi di Zimbabwe, yang terletak di seberang Sungai Limpopo, juga menerbitkan peringatan bagi warganya agar menghindari wilayah sungai karena resiko serangan buaya.


Penulis: