Jokowi lepas 250 warga Rusun Marunda untuk bekerja.

Jakarta - Pemprov DKI Jakarta akan merelokasi warga yang tinggal di bantaran Kali Sunter dan Kali Pesanggrahan ke Rumah Susun (Rusun) Marunda, Jakarta Timur.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan pihaknya menemukan banyak masalah dalam melakukan relokasi warga bantaran kali Sunter dan Pesanggrahan. Karena itu, pihaknya akan mempercepat pembangunan rusun sehingga dapat menampung ribuan warga di dua bantaran kali tersebut.

“Cara yang paling cepat ya dengan melakukan penukaran lahan yang ada di Kelapa Gading. Tadi kita sudah lapor ke Pak Gubernur,” kata pria yang akrab disapa Ahok di Balaikota DKI, Jakarta, Rabu (27/3).

Diungkapkannya, Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI memiliki lahan seluas 10 hektar di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sayangnya, lahan itu berada di kawasan yang harga tanahnya sngat mahal. Selain itu, dapat menimbulkan pemandangan yang tidak mengenakkan bila dijadikan tempat penyimpanan alat-alat berat milik Dinas PU DKI.

“Kalau di daerah Kelapa Gading ditaruh alat-alat berat, kan jadi lucu. Karena kawasan itu terlalu mahal dan mewah gitu lho. Makanya kita akan berikan kepada PT Jakarta Propertindo (Jakpro), sebagai BUMD kita untuk membeli lahan itu,” ujarnya.

Kemudian PT Jakpro diminta untuk mencarikan tanah pengganti seluas 10 hektare di sekitar Marunda. Sebab, Pemprov DKI mau memusatkan relokasi warga di bantaran kali di Rusun Marunda. Begitu juga dengan buruh pabrik di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) dapat menempati rusun tersebut, sehingga dekat dengan tempat kerjanya.

“Harga tanahnya kan bisa timpang antara Kelapa Gading dengan Marunda. Nah selisihnya bisa dibuatkan rusun dengan bengkelnya PU dibangun sebagai tempat alat-alat berat. Saya ingin semuanya bisa selesai dalam waktu tujuh hingga delapan bulan,” paparnya.

Karena ingin selesai dengan cepat, Ahok menegaskan pembelian lahan dan pembangunan rusun tersebut tidak perlu melalui proses tender fisik. Sebab, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menginginkan warga yang tinggal di pinggiran sungai langsung ditaruh di rusun.

Ditambah lagi, KBN akan membangun pabrik seluas 170 hektar yang akan menyerap tenaga kerja sekitar 30-40 ribu orang. Tentunya para pekerja ini membutuhkan tempat tinggal yang cukup dekat dengan tempat mereka bekerja.

“Jadi kita akan pusatkan semuanya di Rusun Marunda. Termasuk para pekerja yang diserap pembangunan pabrik yang baru oleh KBN,” imbuhnya.

Penulis: Lenny Tristia Tambun/FMB