Ilustrasi  kekerasan pada anak-anak

Jakarta - Wilayah Jakarta Timur menjadi wilayah yang tidak ramah anak.

Hal ini dikarenakan banyaknya kekerasan pada anak terjadi di wilayah yang berbatasan dengan Kota Depok, dan Kota Bekasi ini.

Berdasar catatan dari Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) sejak awal 2013 hingga Selasa (2/4), terdapat 127 laporan kasus kekerasan terhadap anak, baik secara fisik, mental, maupun seksual di wilayah Jabodetabek.

Dari jumlah itu, sekitar 51 persen atau 67 laporan terjadi di wilayah Jakarta Timur. Pada tahun sebelumnya, dari 2.637 kasus kekerasan anak yang terjadi di Jabodetabek, 190 kasus terjadi di Jakarta Timur.

"DKI Jakarta menjadi yang tertinggi yakni 663 kasus sepanjang tahun 2012 lalu. Untuk DKI Jakarta, wilayah Jakarta Timur memang paling rawan terjadinya kejahatan dan kekerasan seksual anak," kata Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait saat ditemui di kantornya, Jalan TB Simatupang, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (2/4).

Dia menjelaskan, maraknya kekerasan pada anak di wilayah Jakarta Timur terjadi, karena faktor padatnya penduduk. Selain itu, sekitar 80 persen warga Jakarta Timur tergolong kelas ekonomi menengah ke bawah.

"Faktor pendidikan yang rendah juga menjadi salah satunya," tambah Arist.

Meski kekerasan terhadap anak di Jakarta Timur terbilang tinggi, ia menyatakan, pihaknya mengapresiasi kinerja aparat kepolisian di jajaran Polres Jakarta Timur yang selalu menindaklanjuti dan mengusut tuntas setiap laporan.

"Saya berharap polisi terus bekerja menuntaskan segala kasus kekerasan seksual anak sesuai hukum agar menimbulkan efek jera di masyarakat," kata Arist.

Sejauh ini, lanjut dia, di wilayah Jakarta Timur terdapat tiga daerah yang kerap terjadi tindak kekerasan pada anak. Daerah-daerah itu, yakni, daerah Kecamatan Kramat Jati, Kecamatan Ciracas dan Kecamatan Cakung.

Suara Pembaruan

Penulis: F-5

Sumber:Suara Pembaruan