ilustrasi Monas.

Jakarta - Setelah Fadjar Panjaitan mengundurkan diri dari Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, kini satu lagi pejabat DKI mengundurkan diri, yaitu Burhanudin mundur sebagai wali kota Jakarta Barat.

Selain sudah memasuki masa pensiun, Burhanudin ingin mencalonkan diri menjadi calon legislatif DPRD DKI dari Partai Gerindra.

Saat dikonfirmasi, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta I Made Karmayoga membantah pengunduran diri Burhanudin sebagai wali kota Jakarta Barat. Berdasarkan data BKD DKI, Burhanudin seharusnya telah pensiun pada Juli 2012 lalu.

“Namun karena saat itu Pemprov DKI sibuk mempersiapkan pelaksanaan pemilu kepala daerah, maka masa pensiun beliau tidak diproses. Sehingga dia terus menjabat sebagai wali kota Jakarta Barat hingga hari ini,” kata Made di Balaikota DKI, Jakarta, Kamis (11/4).

Dia menceritakan, Burhanudin yang lahir pada tanggal 29 Juni 1954, seharusnya sudah pensiun pada 1 Juli 2010 pada umur 56 tahun. Namun, masa jabatannya sebagai wali kota Jakarta Barat diperpanjang satu kali dalam waktu dua tahun.

“Artinya, dia sudah memasuki pensiun pada tahun 2012, tepatnya 1 Juli 2012 sudah pensiun. Tetapi karena tidak ada permintaan apa pun dari pimpinan, maka tidak diproses oleh BKD. Begitu juga saat pergantian kepala daerah, juga tidak diproses apakah diperpanjang atau tidak,’ ujarnya.

Melihat fakta tersebut, Made menegaskan Burhanudin tidak mengundurkan diri, melainkan sudah memasuki masa akhir jabatannya yang resmi habis pada 1 Juni 2013. “Jadi bukan mengundurkan diri ya, tetapi sudah memasuki masa pensiun. Kan tinggal beberapa bulan lagi pensiun,” tegasnya.

Kendati sudah mendengar kabar tersebut, Made menegaskan pihaknya belum menerima surat pengunduran diri atau pengajuan pemberhantian diri dari Burhanudin. “Hingga saat ini kami belum menerima surat pemberhentian diri dari dia. Ini baru kabar angin saja,” ungkapnya.

Mengenai keikutsertaan Burhanudin dalam caleg, Ketua DPD DKI Partai Gerindra Muhammad Taufik membenarkan kabar tersebut. Burhanudin telah mencalonkan dirinya sebagai caleg tingkat DPRD DKI untuk daerah pemilihan Jakarta Barat.

“Benar, dia sudah mendaftarkan dirinya sebagai caleg DPRD DKI daerah pemilihan Jakarta Barat dibawah bendera Partai Gerindra. Untuk itu, dia harus mengundurkan dirinya sebagai PNS DKI. Karena menurut aturan, PNS tidak boleh menjadi anggota parpol atau mendaftarkan diri jadi caleg,” terangnya.

Penulis: Lenny Tristia Tambun/WBP