Jokowi saat memaparkan desain rumah bagi warga korban kebakaran.

Jakarta - Pemprov DKI Jakarta akan segera membangun kampung deret sebagai percontohan pertama kali di RT 13, RT 14, RW 01 Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Pembangunan tersebut diperuntukkan bagi warga korban kebakaran yang pernah terjadi di kawasan itu beberapa waktu lalu.

Hal tersebut semakin terlihat nyata dengan pemaparan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) dihadapan warga kampung. Jokowi menunjukkan desain rumah kepada para warga tersebut di tengah kampung yang disambut antusias oleh mereka, Rabu (24/4).

Dengan mengenakan kemeja batik hijau, Jokowi menunjukkan desain rumah tersebut kepada warga dan ia langsung bertanya pada mereka apakah setuju dengan rencana tersebut atau tidak.

"Saya ingin sedikit menjelaskan mengenai rencana pemugaran, penataan rumah yang ada di sini. Jadi, nanti kira-kira, rumahnya seperti ini," kata Jokowi sambil menunjukkan gambar desain.

Para warga pun langsung riuh bertepuk tangan saat melihat gambar yang ditunjukkan oleh mantan Walikota Solo tersebut. Jokowi pun langsung menjelaskan mengenai gambar tersebut kepada warga di sana. Disamping penjelasannya, Jokowi meminta dalam pelaksanaan pembangunannya nanti, warga pun bisa turut serta membantu pembangunan.

"Saya minta, nanti ikut bareng-bareng kerja bakti membangun ini biar cepat selesai. Karena ini akan dipakai percontohan. Nanti di depan rumahnya ada hijaunya. Tolong dirawat, jangan sampai seminggu dua minggu mati tanamannya!" pesan Jokowi yang langsung disambut ucapan "iya" dari para warga.

Saat Jokowi bertanya adakah warga yang tidak setuju, ternyata rata-rata mereka menjawab setuju. Jokowi menjelaskan, untuk tahap awal, pembangunan rumah di sana akan dilakukan sebanyak 85 rumah dan diperuntukkan bagi warga yang mengalami musibah kebakaran terlebih dahulu.

Jokowi mengatakan, apabila memang warga sudah menyetujui semua, maka pihaknyanya pun akan memulai pembangunan secepatnya. Bahkan, ia mengupayakan supaya minggu depan pembangunan bisa dimulai.

"Dimulai secepatnya. Kalau sudah setuju semuanya, kita mulai. Kalau bisa minggu depan sudah bisa kita mulai. Kita harapkan dalam waktu tiga bulan rampung, kalau dibantu siang malam, tiga bulan ya, cepat," katanya.

Suara Pembaruan

Penulis: DMP

Sumber:Suara Pembaruan