Partai Gerindra.

Jakarta - Meski Pemilihan Umum Legislatif (Pemilu Legislatif) tingkat DPRD masih lama digelar, tapi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) telah menentukan strategi kampanye untuk memenangkan hati warga Jakarta.

Salah satu strategi yang akan digunakan adalah membagi-bagikan kartu nama yang berisi foto, nama dan nomor telepon calon legislatif (caleg).

Cara ini telah diterapkan salah satu kader Gerindra yang kini telah menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta, yaitu Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Ketua DPD DKI Gerindra, Muhammad Taufik mengatakan, ada sesuatu yang dilakukan untuk Jakarta oleh para kader dan politisi partainya. Setiap politisi harus memiliki prinsip yang harus dipegang teguh, begitu juga harus memegang teguh komitmen yang telah dijanjikan kepada warga Jakarta.

Salah satu prinsip dan komitmen yang harus dipegang teguh para caleg Partai Gerindra yang akan bertarung dengan caleg dari partai lainnya dalam Pemilu Legislatif adalah, harus dikenal oleh rakyat dan mudah dihubungi oleh konstituen daerah pemilihan (dapil).

“Makanya setiap caleg harus punya kartu nama. Itu penting sekali. Kalau tidak ada kartu nama, orang tidak paham dengan kita, orang tidak tahu bagaimana menghubungi kita. Karena itu, dalam kampanye, caleg harus bagikan kartu nama kepada warga yang menjadi konstituennya,” kata Taufik, Sabtu (11/5).

Terhadap tips dan trik yang telah disampaikan Wagub DKI, Ahok kemarin, Taufik menegaskan hal itu akan menjadi pembekalan bagi caleg untuk menentukan cara atau gayanya sendiri dalam mendekati konstituennya.

“106 caleg ini akan mengikuti prinsip yang telah dijalankan Pak Ahok. Tetapi bukan berarti mereka akan meniru seluruh gaya Ahok secara mutlak. Tetapi mereka mempunyai gaya dan teknik sendiri. Itu pun tidak salah,” ujarnya.

Terhadap 106 caleg dari Partai Gerindra, Ahok berharap, mereka bisa menjadi fighter of people atau pejuang rakyat. Terpilih atau tidak terpilih pada Pemilu Legislatif nanti, para caleg ini harus mampu terus berjuang untuk rakyat Jakarta.

“Mereka harus jadi fighter untuk rakyat, enggak peduli dapat atau tidak dapat menjadi anggota DPRD. Yang penting bagaimana mendidik rakyat lebih cerdas untuk memilih. Mereka harus mendukung kebutuhan rakyat, tetapi bukan merusak,” tegasnya.

Penulis: Lenny Tristia Tambun