Sejumlah warga melintasi banjir di Jatiasih, Bekasi, Jatiasih, Bekasi, beberapa waktu lalu.

Sepanjang tahun 2013, terdapat penambahan 21 titik lokasi banjir di wilayah Bekasi.

Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi mencatat adanya penambahan lokasi banjir di wilayah tersebut dari 19 menjadi 40 titik sepanjang tahun 2013.

"Penambahan titik banjir itu di antaranya tersebar di Kecamatan Bekasi Selatan, Bekasi Utara, Bekasi Barat, Bekasi Timur, Medansatria, Pondokgede, Jatiasih, Rawalumbu, dan Mustikajaya," kata Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air Pemkot Bekasi Tri Adiyanto di Bekasi, Senin (13/5).

Menurut dia, lokasi banjir terparah ada di Kecamatan Jatiasih, tepatnya di Perumahan Pondok Gede Permai, Pondok Mitra Lestari, Kemang Ifi, dan sekitarnya.

"Bila banjir melanda kawasan itu, kedalaman airnya bisa mencapai lebih dari 4 meter," jelasnya.

Untuk kawasan Bekasi Selatan, kata dia, luapan kali juga merendam ratusan rumah warga di Kemang Pratama, Kelurahan Margahayu dan Margajaya.

Fakta tersebut mendorong pemerintah Kota Bekasi lebih serius dalam menanggulangi persoalan banjir di wilayahnya dengan berbagai kegiatan tata air.

"Komposisi anggaran saat ini sudah mulai pro terhadap pengentasan banjir karena meningkat sekitar 10 persen dari tahun lalu," katanya.

Menurut dia dari total Rp332 miliar alokasi penataan air di 12 kecamatan setempat, Rp80 miliar hingga Rp90 miliar di antaranya diperuntukan bagi penanggulangan persoalan banjir.

Untuk tahun ini, Dinas Bimarta Kota Bekasi menargetkan pengurangan lima titik banjir melalui kegiatan penataan air yang tidak hanya berfokus pada kawasan perumahan, namun juga sejumlah saluran yang alirannya tidak aktif.

"Kami memprediksi adanya penambahan lokasi banjir sebagai konsekuensi pengembangan perumahan dan tata guna lahan, serta kepedulian lingkungan dari masyarakat yang masih kurang," katanya.

Penulis: Feriawan Hidayat/FER

Sumber:ANT