Jakarta - Penggusuran warga bantaran Waduk Pluit oleh Pemprov DKI tanpa ada solusi dinilai sebagai tindakan arogan.

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) maupun Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dianggap telah melanggar janji kampanye saat Pilkada DKI beberapa waktu lalu.

Pengamat Politik dari Point Indonesia, Karel Susatyo menilai, rencana Jokowi-Ahok untuk menggusur warga bantaran tidak memperhatikan azas kemanusiaan. Sebab, warga bantaran tergusur tanpa tahu harus ke mana mereka pindah.

"Dulu waktu kampanye merayu warga Pluit untuk memilih Jokowi-Ahok. Sekarang mereka mau dibuang begitu saja? Inikan Arogan," kata Karel Rabu (15/5/).

Ia mengatakan, sikap warga bantaran Waduk Pluit yang menolak penggusuran adalah wajar. Ini dikarenakan warga memegang teguh janji kampanye Jokowi-Ahok yang berjanji akan melakukan pembangunan tanpa adanya penggusuran.

Suara Pembaruan

Penulis: H-14

Sumber:Suara Pembaruan