Pemusnahan Bajaj

Jakarta - Dari total 14.400 bajaj yang ada di DKI Jakarta, baru sekitar 20 persen atau 2.755 bajaj merah yang diganti bajaj biru berbahan bakar gas sejak dilakukan peremajaan bajaj pada 2006 lalu.

Untuk tahun ini saja, setidaknya sekitar 3.900 bajaj akan diremajakan oleh PT Matahari Trans Utama dan Koperasi Bajaj Sehati, dua perusahaan yang memenangkan tender pada awal 2013 dan dikontrak Dinas Perhubungan sebagai operator bajaj selama tujuh tahun.

Demikian disampaikan Edy Sufa'at, Kepala Seksi Angkutan Orang Luar Trayek, Dinas Perhubungan DKI yang ditemui dalam kegiatan penghancuran 203 unit bajaj merah di kawasan Pulogebang Permai, Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Senin (20/5).

Edy mengatakan, saat ini terdapat lebih dari 500 bajaj merah yang dalam tahap rekomendasi untuk diganti menjadi bajaj biru. Sebagian diantaranya sedang dibuat surat tanda nomor kendaraan di Polda Metro Jaya dan KIR di Dishub DKI.

PT Matahari Trans Utama dan Koperasi Bajaj Sehati, sebagai operator bajaj merupakan pihak yang mengurus seluruh kelengkapan surat dari setiap bajaj yang diremajakan. Nantinya, sesuai kontrak, kedua perusahaan itu yang akan mengelola manajemen bajaj yang ada di bawahnya selama tujuh tahun. Adapun selama ini, pengelolaan bajaj dilakukan oleh perseorangan.

Dengan dikelola kedua perusahaan itu, kata Edy, akan memudahkan Dinas Perhubungan DKI mengawasi pelayanan bajaj. Jika kedua operator tak dapat menjalankan tugasnya dengan baik, maka kontrak kerja tidak akan dilanjutkan. "Setiap tujuh tahun, akan ada pembuatan kontrak baru untuk operator bajaj," jelas Edy.

Direktur PT Matahari Tran Utama Yunus Haddinoto, mengatakan saat ini terdapat 654 bajaj biru yang telah divalidasi kelengkapan administrasinya. Ditargetkan, setiap hari terdapat 86 hingga 12 surat tanda nomor kendaraan yang dapat dikeluarkan untuk diserahkan kepada pemilik bajaj. "Sehingga bajaj-bajaj itu bisa segera dioperasikan," katanya.

Dikatakan Yunus, bajaj merah yang masih beroperasi saat ini dapat ditukar dengan bajaj biru dengan ditambah uang sebesar Rp 59,4 juta per unit. Setiap pelunasan, akan diikuti dengan penyerahan bajaj. Bajaj-bajaj merah yang diserahkan pemilik selanjutnya dihancurkan dua pool milik PT Matahari Tran Utama yang berada di Pulogebang, Jakarta Timur, dan Jalan Panjang, Jakarta Barat. Hal ini dilakukan agar tidak ada bajaj yang diolah menjadi bajaj merah kembali.

"Bajaj merah itu harus dihancurkan dan didaur menjadi besi tua. Dengan dihancurkan sempurna, maka tak ada peluang bagi pihak lain untuk mengolahnya menjadi bajaj merah lagi," kata Yunus.

Suara Pembaruan

Penulis: F-5/WBP

Sumber:Suara Pembaruan