Para pelajar SMAN 6 Jakarta berpose di Bundaran Mahakam, Bulungan, Jakarta Selatan, usai melakukan aksi corat-coret seragam.

Jakarta - Siswa-siswi SMAN 6 Jakarta mengabaikan imbauan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, setelah mengetahui dirinya lulus, puluhan siswa-siswi sekolah itu langsung turun ke jalan sambil mencorat-coret seragamnya, Jumat (24/5).

Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, para pelajar tersebut meluapkan kegembiraan kelulusannya dengan aksi corat-coret seragam, seraya bersorak-sorai meneriakkan yel-yel kegembiraan. Mereka terutama melakukannya di kawasan Bundaran Mahakam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (24/5) sore.

Aksi puluhan pelajar SMAN 6 Jakarta itu pun sempat menjadi perhatian pengguna jalan. Khususnya ketika mereka duduk-duduk sambil asyik berfoto-ria di depan Tugu Bundaran Mahakam.

Salah seorang siswa SMAN 6, Ibnu, menuturkan bahwa pengumuman kelulusan Ujian Nasional (UN) itu telah disiarkan melalui website sekolah, Kamis (23/5) malam kemarin. Hasilnya, menurut Ibnu, seluruh siswa peserta UN di sekolahnya lulus, alias kelulusan 100 persen.

"Pengumuman lulus udah dikasih tahu lewat website semalam. Tapi kita baru corat-coretannya sekarang. Kita cuma coret baju. Kita anti tawuran," ujarnya pula.

Sementara itu, seorang siswi SMAN 6 Jakarta, Cinta, mengaku senang sekali karena dirinya telah lulus. Ia rencananya akan melanjutkan pendidikan di bangku kuliah.

"Alhamdulillah, seneng banget lulus. Selama ini, sekolah sudah memberikan yang terbaik buat kita, hingga akhirnya lulus semua. Ya, rencana mau lanjut kuliah di (perguruan tinggi) negeri," katanya.

Dini, teman Cinta yang juga turut merayakan kelulusan itu, mengaku turut melakukan aksi corat-coret untuk kenang-kenangan. "Kita corat-coret untuk luapkan kebahagiaan. Ini kan terakhir untuk kenang-kenangan," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah (Wakepsek) SMAN 6 Bidang Kesiswaan, Thomas, menyampaikan bahwa pihaknya sebelumnya tidak memperbolehkan siswa-siswinya melakukan aksi corat-coret seragam. Namun karena mereka sudah berkomitmen tidak akan tawuran, aksi itu akhirnya diperbolehkan pihak sekolah, sepanjang berjalan tertib.

"Harapan kita juga tidak coret-coretan seperti ini. Tapi anak-anak memohon. Katanya buat kenangan terakhir, karena 100 persen lulus semua. Mereka juga berkomitmen akan pulang pukul 15.30," tutur Thomas.

Sebelumnya, seperti diberitakan, Gubernur Jokowi pernah menyambangi SMAN 6 Jakarta seusai UN, di GOR Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. Pada saat itu, Jokowi mengimbau kepada siswa-siswi untuk tidak melakukan aksi corat-coret baju (ketika lulus). Sebaiknya menurut Jokowi, seragam sekolah mereka diberikan saja kepada adik kelas yang kurang mampu.

Penulis: Bayu Marhaenjati