Dirut PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Budi Karya (Kiri) dan mantan Gubernur DKI Fauzi Bowo (Kanan).

Jakarta - Setelah tidak menjabat lagi sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Pembangunan Jaya Ancol (PJA), Budi Karya ditunjuk menjadi Dirut PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menggantikan IGK Suena yang pensiun.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) langsung memanggil Budi Karya untuk memberikan arahan dalam menjalankan tugas yang baru. Salah satu arahan yang diberikan adalah segera menyesaikan properti yang ada di bantaran Waduk Pluit, Jakarta Utara.

Budi Karya menyatakan, ia berupaya menjalani amanah dan tanggung jawab besar yang diberikan kepadanya. Saat ini, dia sedang menjalani koordinasi dengan berbagai pihak untuk mendukung program pembangunan infrastruktur yang telah direncanakan.

"Saya menyampaikan terima kasih atas amanah ini. Insya Allah saya bisa menjalaninya, karena ke depan tanggung jawab mungkin besar. Saya harus melakukan koordinasi ke berbagai pihak sehingga program Pemprov DKI bisa berjalan dengan lancar," kata Budi Karya usai bertemu Ahok di Jakarta, Senin (27/5).

Arahan yang diberikan Wakil Gubernur, menurutnya sederhana saja. Dalam memimpin PT Jakpro, Budi Karya diminta membawa suatu misi menjadikan BUMD bergerak dalam bidang pembangunan tersebut menjadi perusahaan yang profesional, amanah, dan sesuai kaidah hukum yang ada.

"Sesuai kaidah-kaidah kita berpijak, pada suatu rel kejujuran dan memberikan arti bagi Pemprov DKI," ujarnya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, PT Jakpro diminta segera menyelesaikan seluruh propertinya yang ada dalam bantaran Waduk Pluit. Seiring dengan rencana Pemprov DKI membersihkan kedua sisi bantaran waduk guna normalisasi Waduk Pluit.

Karena baru menjabat posisi Dirut PT Jakpro, Budi Karya mengakui hingga saat ini sedang mempelajari aset PT Jakpro secara keseluruhan, termasuk yang berada di Waduk Pluit.

"Aset saya sedang mempelajari secara keseluruhan. Tetapi kami akan berupaya mendudukkan masalahnya pada persoalan yang sebenarnya. Catatan-catatan disana akan kita lakukan dan menjadi pekerjaan rumah bagi kita sendiri," tuturnya.

PT Jakpro mendukung sepenuhnya rencana Pemprov DKI untuk membersihkan kedua sisi waduk dari seluruh bangunan. Karena akan dilakukan normalisasi waduk untuk mengembalikan luas waduk dan kedalaman waduk yang ideal yaitu seluas 80 hektare dengan kedalaman 10 meter. Saat ini luas waduk 60 hektar dengan kedalaman 1-3 meter.

"Saya pikir ini ide baik sekali bagi Pak Gubernur dan Wakil Gubernur. Kita harus konsisten menjalani ide itu, yakin berhasil. Kita tahu itu tidak gampang. Tetapi kalau kita menyikapi ini dengan baik, semangat dan jujur pasti akan selesai," kata Budi Karya.

Penulis: Lenny Tristia Tambun/NAD