Bangku kosong anggota DPRD saat para Calon Gubernur memberikan paparan visi dan misi di gedung DPRD, Jakarta,

Jakarta - Pascamundurnya empat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI karena pindah partai politik, terdapat kekosongan empat kursi anggota dewan.

Untuk mengisi kekosongan tersebut, DPRD DKI Jakarta mengukuhkan empat anggota Pergantian Antar-Waktu (PAW) dalam rapat paripurna, Jumat (21/6).

Pengganti Antar-Waktu anggota dewan DPRD DKI yang dikukuhkan yaitu anggota dewan fraksi Partai Golkar Siti Djaozah menggantikan Prya Ramadani. Kemudian dari Fraksi Partai Demokrat menggantikan Edward Haposan Napitupulu dengan Desi Christina Sari. Fraksi PDIP juga mengganti sejumlah anggotanya, Maringan Pangaribuan dan Budi Santoso digantikan oleh Prasetyo Edi Marsudi dan Bimo Astoro.

Sementara itu, kursi wakil Ketua DPRD DKi yang sudah kosong beberapa bulan ditinggalkan Inggard Joshua dari Fraksi Partai Golkar yang mengundurkan diri, kini diisi oleh Prya Ramadani. Dia juga dilantik bersama dengan keempat anggota dewan PAW.

Pelantikan sendiri sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 161.31-4547 tahun 2013 tentang pemberhentian Wakil DPRD DKI dan 161.31-4548 tahun 2013 tentang pengangkatan Wakil Ketua DPRD DKI. Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD DKI Jakarta, Ferrial Sofyan di ruang Rapat Paripurna disaksikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Ketua DPRD DKI Jakarta Ferrial Sofyan mengatakan selamat menjalan tugas sebagai wakil rakyat kepada keempat anggota dewan PAW dan Prya Ramadani. "Semoga pejabat yang baru bisa menjalankan fungsi dewan dengan baik. Bersih dan tidak KKN," kata Ferrial dalam Rapat Paripurna di DPRD DKI, Jakarta, Jumat (21/6).

Usai pengukuhan, mantan Wakil Ketua DPRD DKI Inggard Joshua dari Fraksi Golkar, mantan anggota Fraksi PDIP Maringan Pangaribuan dan Budi Santoso, secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Partai Politik lama mereka.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada partai kami yang lama. Terima kasih telah memberikan kepercayaan kepada kami. Sekarang waktunya kami melakukan perubahan di partai kami yang baru yait Nasional Demokrat (Nasdem),” kata Maringan.

Ya ketiganya telah bergabung di partai pimpinan Suryo Paloh yaitu Partai Nasdem. Meski partai ini termasuk partai baru, tetapi mereka yakin akan mampu meraih 20 persen lebih perolehan suara saat Pemilu Legislatif 2014 mendatang.

“Saya bangga bergabung dengan Nasdem. Kami akan berupaya memperoleh suara 20 persen. Kenapa saya bangga, karena menjadi calon legislatif (Caleg) di Nasdem, tidak dikutip uang sepeser pun. Caleg diminta fokus pada target saja,” ujarnya.

Inggard Joshua menyatakan menjadi caleg Partai Nasdem dipastikan tidak akan dijadikan mesin uang. Melainkan akan dijadikan sebagai agen gerakan perubahan kota Jakarta. “Selain tidak dipungut bayaran sepeser pun. Bahkan bendera, kaos dan logistik atribut kampanye lainnya sudah disiapkan oleh partai. Sehingga kalau terpilih jadi anggota dewan, kami tidak dijadikan mesin uang, tetapi dijadikan agen perubahan,” tukasnya.

Sedangkan Budi Santoso menegaskan Partai Nasdem akan terus berjuang hingga pelaksanaan Pemilu Legislatif 2014. Paling tidak perolehan suara 20 persen harus dapat diraih agar dapat membawa perubahan bagi Jakarta.

“Saya tidak mau 10 persen. Perolehan suara partai saya harus diatas 20 persen. Karena di angka itu baru bisa dilakukan perubahan oleh Partai Nasdem,” tegasnya.

Penulis: Lenny Tristia Tambun