Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama

Jakarta - Sebanyak 10 anak dari sembilan kota yang mengikuti Program Anak Sabang Merauke (ASM) akan mengunjungi gedung Balai Kota DKI Jakarta, tempat berkantornya Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendukung penuh gerakan Sabang Merauke. Sebagai bentuk dukungannya, pihaknya akan memfasilitasi para ASM untuk acara Career Day. Anak-anak tersebut akan melakukan kunjungan ke Balai Kota untuk mengetahui pekerjaannya sebagai pemimpin daerah.

“Kami menyambut baik 10 Anak Sabang Merauke di Jakarta untuk dapat saling berbagi, dan belajar selama dua minggu mereka liburan sekolah. Saya berharap program grassroot seperti ini dapat terus dilaksanakan untuk menciptakan hubungan yang lebih harmonis antar masyarakat Indonesia,” kata Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (1/7).

Menurutnya, gerakan anak-anak seperti Anak Sabang Merauke merupakan salah satu contoh inisiatif yang dapat membuka cakrawala mengenai pentingnya toleransi beragama dan ke-Indonesia-an. Melalui 10 anak tersebut akan ditularkan nilai-nilai positif dalam menciptakan kehidupan yang harmonis dalam perbedaaan suku, agama dan ras.

Toleransi, lanjutnya, merupakan salah satu tulang punggung Pancasila yang sekarang ini seringkali diabaikan. Suatu perubahan dimulai dari langkah-langkah kecil untuk akhirnya dapat mempengaruhi masyarakat pada umumnya. Hal tersebut tentunya membutuhkan dukungan dari berbagai kalangan.

Tim Perumus Sabang Merauke Furiyani Nur Amalia menjelaskan program ADM atau Seribu Anak Bangsa Merantau Untuk Kembali dimulai sejak 29 Juni hingga 14 Juli 2013. Ke-10 anak tersebut mempresentasikan lima agama yang siap untuk mengukir sejarah bagi Indonesia yang lebih toleran.

“SabangMerauke bertujuan membuka cakrawala anak-anak Indonesia, mendorong anak-anak Indonesia dalam merayakan perbedaan dan pengertian atas toleransi. Juga mengajak anak Indonesia untuk merasakan Indonesia seutuhnya, serta menanamkan kesadaran akan pentingnya pendidikan sebagai pintu pilihan,” ujarnya.

Melalui pertukaran pelajar, anak tersebut akan berpikiran lebih terbuka karena mendapatkan exposure terhadap tempat, orang dan kebudayaan yang berbeda hingga akhirnya mereka lebih mampu menerima perbedaan sebagai sebuah kewajaran yang bermuara pada sikap toleran.

Selama berada di Jakarta, ASM tersebut akan mengikuti berbagai kegiatan yang telah dirancang secara khusus. Kegiatan-kegiatan tersebut pada akhirnya bermuara pada upaya menumbuhkan rasa toleransi dan semangat ke-Indonesiaan serta semangat untuk meraih pendidikan setinggi-tingginya.

Beberapa tema telah diusung dalam dua minggu tersebut antara lain adalah Technology Day, Career Day, Art Day, Religious & Cultural Diversity Day, dan masih banyak lagi.

“Kami yakin 10 Anak SabangMerauke yang terpilih ini kelak akan menjadi duta perdamaian di daerahnya dan menjadi teladan yang baik untuk anak-anak Indonesia,” tuturnya.

Program Sabang Merauke (Seribu Anak Bangsa Merantau Untuk Kembali) adalah program pertukaran pelajar antardaerah di Indonesia bertujuan membuka cakrawala anak-anak Indonesia dengan fokus pada pentingnya pendidikan, toleransi dan ke-Indonesiaan.

Sabang Merauke akan mengajak anak-anak dari berbagai daerah untuk merantau sebentar dan tinggal dengan keluarga angkat di tempat baru selama liburan sekolah, dan kemudian kembali ke daerah asalnya.

Penulis: Lenny Tristia Tambun/FMB