Ilustrasi Warteg

Jakarta - Sebagian umat muslim di Indonesia khususnya di Jakarta mulai melaksanakan ibadah puasa pada Selasa (9/7). Kesimpangsiuran penetapan tanggal awal bulan puasa yang terjadi di Indonesia ternyata belum tersosialisasi dengan baik oleh pemerintah sehingga masih ada saja beberapa rumah makan yang membuka lapaknya di awal bulan puasa.

“Kabarnya masih simpang siur, jadi kami masih bingung ingin buka atau menutup warung makan ini lagipula belum ada sosialisasi lebih lanjut,” ungkap Rahmat salah satu pemilik warung makan tegal di kawasan Kalimalang, Jakarta.

Memang ini dirasakan oleh beberapa tempat makan lainnya di Jakarta yang mengaku masih membuka warung makannya karena masih belum ada imbauan dari pemerintah daerah Jakarta atau paling tidak warga sekitar tempat mereka menjajakan makanan. Kenaikan harga bahan bakar minyak juga ditengarai sebagai salah satu faktor mereka masih membuka rumah makan mereka walaupun ada sebagian umat muslim yang mulai melaksanakan ibadah puasa.

“Kenaikan harga BBM buat saya dan usaha warung saya jadi serba sulit, soalnya harga bahan pokok di pasar sudah serba mahal, harga cabe merah saja sudah mencapai Rp 60 ribu per kilogram,” ujar Rizki, pemilik warung makan Padang di kawasan Pondok Bambu, Jakarta.

Harga kebutuhan bahan pokok yang melonjak drastis memang tidak dipungkiri pasti menjadi faktor utama para pemilik warung makan harus memutar otak untuk tetap menjalankan usahanya. Mereka juga mengaku sedikit khawatir jika kedai mereka sampai terkena sweeping oleh organisasi masyarakat, warga, atau petugas pamong praja.

“Kami juga takut dan khawatir kalau sampai kedai kami kena sweeping sama ormas, tapi saya juga harus tutup kerugian usaha saya kalau tidak sampai buka warung,” ungkap Asep pemilik warung nasi di kawasan Rawamangun, Jakarta.

Menjelang awal bulan puasa ini para pemilik warung masih belum dapat mempredikisi omzet usaha mereka, tetapi jika belajar dari tahun sebelumnya biasanya naik sekitar 10 sampai 15 persen dibandingkan hari biasa apalagi menjelang saat buka puasa. Ketiga pemilik tempat makan ini mengaku tidak ada perubahan menu khusus menjelang puasa karena harga bahan pokok saja masih melambung tinggi.

Penulis: Firman Fernando