Ratusan pedagang kaki lima berjualan di jalan yang mengakibatkan kemacetan di sekitar Kebon Jati, Tanah Abang, Jakarta.

Jakarta - Penertiban para Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat akan menjadi percontohan. Para PKL seharusnya mengapresiasi kebijakan Pemprov DKI dalam menata pasar Tanah Abang ke arah lebih baik.

"Sangat disayangkan kalau PKL tidak mau pindah ke Blok G. Berdagang di pinggir jalan selain melanggar Peraturan Daerah juga tidak aman bagi pedagang itu sendiri," ujar anggota Komisi D (bidang Pembangunan) DPRD Jakarta Boy Bernardi Sadikin kepada Beritasatu, Kamis (1/8).

Boy mengatakan, tujuan Pemprov DKI menata Tanah Abang untuk kebaikan semua pihak. Dengan lancarnya lalu lintas makan akan menarik minat para pembeli datang ke Tanah Abang.

"Bagaimana orang mau berbelanja ke Tanah Abang kalau jalan menuju ke sana macet tak karuan. Ini harus dipahami semua pihak," katanya.

Lagipula, kata putra sulung mantan gubernur DKI Ali Sadikin itu, Pemprov DKI memberikan solusi bagi para PKL. PKL diberikan pilihan untuk berdagang ditempat yang lebih layak yakni di Blok G Pasar Tanah Abang.

Selama ini penertiban PKL di Tanah Abang tak pernah berjalan baik karena PKL tak diberikan solusi. Di bawah kepemimpinan Jokowi-Ahok, para PKL dipindah ke tempat yang lebih layak.

Penertiban PKL Tanah Abang merupakan percontohan untuk kawasan lainnya di Ibukota. Setelah Tanah Abang, hal sama juga akan dilakukan di tempat lainnya seperti Jatinegara, Cililitan, Kramat Jati serta lainnya.

Suara Pembaruan

Penulis: H-14/AF

Sumber:Suara Pembaruan