Spanduk tolak Maruarar Siahaan sebagai Rektor Universitas Kristen Indonesia (UKI).
Spanduk tolak Maruarar Siahaan sebagai Rektor Universitas Kristen Indonesia (UKI).

Jakarta - Sebanyak 250 dosen Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan karyawan UKI berunjuk rasa di depan kantor rektorat dan Yayasan UKI di Cawang, Jumat (2/8). Mereka menolak mantan Hakim Konstitusi Maruarar Siahaan sebagai rektor UKI yang baru, periode 2013-2017.

Unjuk rasa itu dipimpin oleh tujuh dekan dan dua direktur pascasarjana UKI. Para dosen dan karyawan menolak Maruarar yang dilantik pihak Yayasan UKI di Hotel Acacia, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (2/7) itu karena tidak melalui mekanisme pemilihan rektor UKI yang benar.

"Selama ini rektor diangkat melalui pemilihan di tingkat Senat Universitas baru diusulkan kepada Yayasan UKI, bukan langsung ditunjuk yayasan. Itu namanya otoriter," tegas Direktur Pasca Sarjana UKI, Poerwaningsih S Legowo, dalam orasinya, hari ini.

Menurut Poerwaningsih, siapa pun yang mempunyai gelar akademik memadai bisa menjadi rektor UKI asalkan melalui mekanisme yang sudah diatur dalam Statuta UKI. "Semua dosen tersinggung dan merasa dilecehkan karena tidak dilibatkan oleh yayasan dalam pemilihan Mararuar sebagai rektor. Bahkan tak diundang dalam pelantikannya hari ini," kata dia.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Parlindungan Sitorus, meminta Maruarar Siahaan agar menolak penunjukan dirinya sebagai Rektor UKI. "Beliau harus sadar dan tahu kami tak menerima beliau sebagai rektor. Beliau orang ilegal," kata Sitorus.

Sitorus mengatakan, para dosen dan karyawan tetap mendukung Pejabat Rektor UKI Raphy Uli Tobing untuk tetap melaksanakan tugas dan wewenang rektor sampai dengan terpilihnya rektor definitif sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku khususnya keterlibatan Senat UKI.

Pantuan Beritasatu.com di lapangan, di dinding gedung rektorat UKI dan Yayasan UKI itu terpampang spanduk dan poster yang bertuliskan,"Maruarar Siahaan Rektor Illegal", "Tolak Maraura Siahaan karena Rektor 'Acacia'," "Usir Hasiholan Sidatur dari UKI" (Hasiholan Sidabutar adalah Ketua Pembina Yayasan UKI).

Suara Pembaruan

Penulis: E-8/NAD

Sumber:Suara Pembaruan