Makam Uje yang baru

Jakarta - Polemik yang terjadi antara istri Almarhum Ustaz Jefri Al Bukhari (Uje), Pipik Dian Irawati dan sang mertua, Umi Tatu terkait pemugaran makam Uje menjadi setinggi pinggang orang dewasa belumlah usai.

Kini, giliran Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman Pemprov DKI Jakarta menganggap makam Uje menyalahi Peraturan Daerah dan meminta agar makam Uje segera dibongkar kembali.

Hal itu diungkapkan Kasudin Pertamanan dan Pemakaman Pemprov DKI Jakarta Leofold Pasaribu kepada wartawan, Kamis (26/9).

"Ada Peraturan Daerah No 3 tahun 2007 yang menyatakan larangan untuk membangun di atas pusara, selain plakat dan juga rumput," ujar Leofold.

Bila melihat Perda tersebut, maka makam ustaz yang terkenal gaul itu jelas sudah menyalahi peraturan, karena makam tersebut terkesan mewah dengan batu marmer dan tinggi yang tidak sesuai dengan peraturan tersebut.

"Kalau dilihatkan makam Uje sudah menyalahi Peraturan Daerah tersebut. Untuk itu kami imbau pihak keluarga agar segera memperbaiki makam Uje sesuai dengan Perda nomor 3 Tahun 2007," lanjut bawahan Gubernur Jokowi itu.

Leofold mengaku akan bertemu dengan pihak keluarga untuk membicarakan masalah tersebut. Bila tidak menemui titik temu, maka Pemprov DKI Jakarta akan segera membongkar makam tersebut dan mengembalikan seperti makam-makam yang lain.

"Untuk sementara, kita akan menemui keluarga dulu untuk dipahami adanya Perda ini. Nanti kita sosialisasikan kepada kelurga karena pihak Pemda tidak pernah memberikan izin kepada keluarga dalam memugar makam ini," jelasnya.

Sebelumnya, pihak keluarga Uje menganggap, pemugaran makam Uje adalah hak prerogatif keluarga besar Uje.

Meskipun belakangan, Pipik merasakan kekecewaan terhadap pemugaran makam suaminya yang tidak seizin dirinya. Pipik wajar kecewa karena pemugaran tersebut ternyata tidak mencerminkan kehidupan Uje semasa hidup sebagai pribadi yang sederhana.

Penulis: Chairul Fikri/YS