Normalisasi Kali Ciliwung

Jakarta - Normalisasi dan pembangunan Sodetan Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT) di mulai, Senin (23/12). Pengerjaan keduanya diawali dengan penekanan sirine yang dilakukan Menteri Pekerjaan Umum (PU), Djoko Kirmanto di lokasi eks Kantor Suku Dinas PU Jakarta Timur di Kampung Melayu, Senin (23/12).

Dalam ground breaking tersebut turut hadir, Wakil Menteri PU, Hermanto Dardak, Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Mohammad Hasan, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian PU, Danis H. Sumadilaga, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWS Cilicis), T. Iskandar, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo dan anggota Komisi V DPR-RI, Nursyirwan Sujono.

Djoko Kirmanto menyatakan, Ciliwung sebagai salah satu dari 13 sungai yang melintas di wilayah Jakarta, sering kali meluap sehingga mengakibatkan banjir. Meluapnya Ciliwung disebabkan karena berkurangnya kapasitas sungai di beberapa ruas, adanya pendangkalan akibat sedimentasi dan sampah di sepanjang Ciliwung.

Selain itu penyebab banjir di ibukota diakibatkan oleh kondisi geologi wilayah Jakarta yang merupakan daerah dataran banjir dengan kondisi 40 persen wilayahnya di bawah permukaan air laut maka secara hidraulik wilayah ini sangat rentan terhadap banjir.

“Meskipun demikian, Jakarta adalah ibukota negara, pusat perekonomian negara, pusat pemerintahan dan juga merupakan lokasi vital bagi perdagangan dan perindustrian. Oleh sebab itu, segala daya upaya perlu diwujudkan dalam rangka penanganan banjir,” kata Djoko.

Sejak 2007, banyak upaya yang telah dilakukan Kementerian PU untuk menangani banjir antara lain pembangunan KBT, optimalisasi Kanal Banjir Barat, normalisasi Kali Buaran, Kali Sunter, Kali Bekasi, Kali Mookevart dan Cengkareng Drain serta revitalisasi situ-situ dan kegiatan non structural seperti Early Warning System.

Untuk saat ini, kegiatan yang sedang dilaksanakan adalah normalisasi Pesanggrahan, Angke dan Sunter sepanjang 60 Km, penambahan pintu air Manggarai dan pintu air Karet, normalisasi Kali Ciliwung Lama sepanjang 8,5 Km, Cengkareng Floodway sepanjang 7,8 Km dan Lower Sunter sepanjang 10 Km.

Sementara itu Kepala Bala Besar Waduk dan Sungai (BBWS) Cilicis, Iskandar menerangkan, ada empat paket normalisasi Kali Ciliwung dengan anggaran Rp1,18 triliun. Normalisasi sepanjang 60 km tersebut menggunakan kontrak tahun jamak 2013-2016. Setelah normalisasi, kapasitas alir Kali Ciliwung akan meningkat menjadi 570 meter kubik per detik dibanding kondisi eksisting saat ini yang hanya 180 meter kubik per detik.

Normalisasi Kali Ciliwung juga disertai dengan pembangunan Sudetan Kali Ciliwung ke KBT sepanjang 1,27 Km. Dengan dana Rp500 miliar yang berasal dari kontrak tahun jamak 2013-2015, Sudetan tersebut dimaksudkan untuk mengalirkan sebagian debit Kali Ciliwung ke KBT sebesar minimal 60 meter kubik per detik. “Dengan normalisasi Kali Ciliwung dan pembangunan Sudetan Kali Ciliwung ke KBT ini diharapkan luapan aliran air di lokasi-lokasi langganan banjir sepanjang aliran Kali Ciliwung dapat jauh berkurang,” tutur Iskandar.

Penulis: E-8

Sumber:Suara Pembaruan