RAPBD DKI 2014 Serap SiLPA 2013 Rp 7 Triliun

RAPBD DKI 2014 Serap SiLPA 2013 Rp 7 Triliun
Gubernur DKI Jakarta Joko WIdodo (kiri) bersama Ketua DPRD DKI Jakarta Ferrial Sofyan (tengah) dan Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boetami meninjau lokasi 'groundbreaking' konstruksi bawah tanah Mass Rapid Transit (MRT) tahap pertama Lebak Bulus-Bunderan HI di Jalan Tanjung Karang, Dukuh Atas, Jakarta, Kamis (10/10). ( Foto: Antara / Zabur Karuru )
Lenny Tristia Tambun Selasa, 21 Januari 2014 | 18:38 WIB

Jakarta - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DKI 2014 telah menyerap Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SiLPA) 2013 sebanyak Rp 7 triliun.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Ferrial Sofyan mengatakan nilai anggaran dalam RAPBD DKI 2014 sangat tinggi mencapai Rp 72 triliun, dikarenakan menyerap hampir sebagian besar SiLPA dari APBD DKI 2013.

“Sesuai dengan pengalaman setiap tahun anggaran, kalau SiLPA kita manfaatkan dalam APBD Perubahan, biasanya tidak bisa diserap secara maksimal. Karena pelaksanaannya hanya dua hingga tiga bulan. Makanya dipaksakan kita masukkan dalam anggaran penetapan,” kata Ferrial di DPRD DKI, Jakarta, Selasa (21/1).

Ferrial mengakui dalam pembahasan anggaran 2014 ini, telah ada dua kali penambahan anggaran. Masing-masing ditambah Rp 2,5 triliun dari SiLPA 2013. Bila penambahan Rp 2,5 triliun yang pertama dialokasikan untuk penanganan kemacetan Kota Jakarta melalui pembelian ribuan bus Transjakarta dan reguler.

Maka penambahan anggaran Rp 2,5 triliun yang kedua diperuntukan untuk penanganan banjir dan mengoptimalkan lima rumah pompa yang ada di Jakarta. Salah satunya ada mendukung percepatan pembangunan Waduk Ciawi. Dengan menganggarkan sebesar Rp 200 miliar untuk pembebasan tanah.

“Penambahan Rp 2,5 triliun terakhir antara lain digunakan untuk penanganan banjir, optimalisasi membuat rumah pompa di lima lokasi,” ujarnya.

Dengan cukup banyaknya SiLPA 2013 yang terserap di APBD Penetapan 2014, bila sudah disahkan besok, Rabu (22/1), politisi dari Fraksi Partai Demokrat ini optimis penyerapan APBD DKI 2014 akan lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 84,5 persen.

“Pemprov dan DPRD sudah sepakat, kalau kita kita laksanakan SiLPA di anggaran perubahan, biasanya tidak terserap. Makanya kita paksakan di anggarna penetapan, sehingga bisa terserap dengan bagus. Dengan demikian kita bisa menarik keuntungan besar,” jelasnya.

Ditegaskannya, SiLPA yang dimasukkan ke dalam RAPBD DKI 2014 mencapai Rp 7 triliun dari SiLPA 2013 sekitar Rp 8 triliun.

“SiLPA yang dipakai dalam APBD 2014 mencapai Rp7 triliun. Itu sudah mepet sekali, sudah habis-habisan. Mungkin di anggaran perubahan, SiLPA yang akan kita gunakan sedikit saja. Karena semuanya digenjot di anggaran penetapan,” tukasnya.

CLOSE