Pemerintah Kaji Ulang Kontrak KA Ekspres Halim-Soetta

Pemerintah Kaji Ulang Kontrak KA Ekspres Halim-Soetta
Ilustrasi Kereta Api ( Foto: Beritasatu.com/Danung Arifin )
C-04 / YUD Senin, 19 Januari 2015 | 20:57 WIB

Jakarta - Pemerintah akan mengkaji ulang kontrak pembangunan kereta api (KA) Ekspres Bandara Halim Perdanakusuma-Soekarno Hatta dengan nilai investasi terkini Rp 28 triliun. Pengkajian ulang kontrak tersebut direncanakan pada bulan ini dengan alasan perubahan skema pendanaan, di mana pemerintah tak akan terlibat langsung dalam pembiayaannya.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kementerian Perhubungan (Kemhub), Hanggoro Budi Wiryawan menjelaskan, ke depan, pendanaan untuk program tersebut, sepenuhnya akan ditanggung oleh pihak swasta sebagai investor. Peran pemerintah ialah penginisiasi dan penyelenggara, yang bertugas menyiapkan semua dokumen, dan berbagai perizinannya.

"Meski demikian, skema kerjasamanya tetap menerapkan konsep kerjasama antara pemerintah dan swasta (KPS). Hanya saja, pemerintah tidak akan menyumbang modal fiskal. Kami harapkan reviewnya sudah ditandatangani bulan ini," ungkap Hanggoro di kantor Kemhub, Jakarta, Senin (19/1).

Dia menargetkan, setelah ada review ulang kontrak tersebut, keseluruhan proses, mulai dari tahap studi kelayakan (feasibility study/FS) hingga pelelangan, dapat dilaksanakan hingga delapan bulan ke depan.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Perkeretaapian, Hermanto Dwiatmoko menuturkan, kajian kelayakan pembangunan jalur KA sepanjang 33,68 kilometer (km) ini akan dilaksanakan ulang, lantaran penyesuaian setiap aspeknya, termasuk perhitungan tarif ke depan.

"Agar menarik lebih banyak atensi para calon investor, kami pun akan memperhitungkan kembali persoalan tarif. Kami berupaya agar proyek ini dapat menguntungkan pihak investor. Bila tarifnya tidak bersaing, kemungkinan besar tidak laku dijual kepada masyarakat," jelas Hermanto.

Sumber: Investor Daily
CLOSE