Lelang ERP Mulai Dilaksanakan

Kendaraan pribadi melintas di Sistem jalan berbayar elektronik atau electronic road pricing (ERP) di Jalan Sudirman-Thamrin , Kamis (31/7) ERP ditujukan untuk mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalan raya. (Investor Daily/Emral)

Oleh: Lenny Tristia Tambun / PCN | Rabu, 3 Agustus 2016 | 13:06 WIB

Jakarta- Wakil Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko mengatakan lelang electronic road pricing (ERP) atau jalan elektronik berbayar sudah mulai dilaksanakan.

"Lelangnya sendiri dilakukan oleh Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Jalan Berbayar Elektronik (JBE). BLUD ini di bawah Dishubtrans DKI," kata Sigit, Selasa (2/8).

Mengapa menggunakan BLUD JBE, Sigit menjelaskan, dalam rangka efisiensi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), untuk suatu kebijakan yang membutuhkan investasi besar, BLU diperbolehkan untuk melakukan lelang.

"Hal tersebut diatur dalam peraturan Kementerian Dalam Negeri (Permendagri) No 61 Tahun 2007," ujarnya.

Hingga saat ini, sudah ada 15 perusahaan swasta yang mendaftarkan diri sebagai peserta lelang ERP ke Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) DKI Jakarta melalui website resminya lpse.jakarta.go.id.

Ditargetkan, proses lelang akan selesai sekitar 8-12 bulan dengan ditetapkannya pemenang lelang. Untuk menentukan pemenang lelang diperlukan tiga tahap penilaian.

Penilaian pertama, kualitas perusahaan yang harus benar-benar mampu membangun ERP. Kedua, kemampuan keuangan perusahaan lantaran semuan investasi pembangunan ditanggung perusahaan dan terakhir evaluasi teknis dan harga melalui uji coba selama tiga bulan.

"Dalam pelaksanaan lelang ini, kami didampingi Lembaga Kebijakan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP)," terangnya.

Setelah pemenang ditemukan, pembangunan segera dilakukan tahun ini, sehingga pada pertengahan 2018, ERP sudah dapat beroperasi di dua kawasan yang diatur sebelumnya.

"Nah, kalau pembangunan sudah selesai, kita akan beli dengan pinjaman uang dari bank dan kita cicil, paling tiga tahun selesai. Operatornya di kita," ungkapnya.

Dengan beroperasi sistem ERP pertengahan tahun depan, Sigit optimistis masalah kemacetan Jakarta mulai terurai. Selain karena adanya penerapan jalan elektronik berbayar, juga pada tahun 2018 dipastikan moda transportasi berbasis rel, baik tu Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT) sudah beroperasi.

Termasuk dengan revitalisasi angkutan umum Non Bus Rapid Transit (BRT) yang terintegrasi dengan BRT, MRT, LRT dan moda transportasi kebutuhan lainnya.

"Kami berharap, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) dapat mempercepat pengadaan 3.406 bus yang direncanakan. Sehingga, saat sistem ERP beroperasi, masyarakat bisa meninggalkan kendaraan pribadinya dan beralih ke angkutan umum," tukasnya.


Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT