Ilustrasi cabai

Basuki Akui DKI Belum Bisa Kendalikan Harga Cabai

Ilustrasi cabai (Antara/Oky Lukmansyah)

Jakarta - Harga cabai saat ini tengah meroket di beberapa wilayah di Tanah Air, termasuk di Ibu Kota. Calon Gubernur DKI Jakarta petahana Basuki Tjahaja Purnama mengakui jika saat ini Pemprov DKI belum bisa mengendalikan harga komoditas tersebut. Tak heran jika DKI juga terkena dampak melambungnya harga cabai tersebut.

Saat ini, katanya, DKI dibawah kepemimpinannya dan Djarot Saiful Hidayat baru fokus terhadap upaya menstabilkan harga komoditas pangan lain yang lebih diutamakan seperti beras dan daging.

Ia mengatakan, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik DKI Jakarta yang menangani komoditas pangan tersebut seperti PT Food Station Tjipinang Jaya dan PD Dharma Jaya audah ditugaskan untuk menguasai padar komoditi utama, beras dan daging tersebut.

"BUMD kami semua berfungsi dengan baik. Harga daging sapi sudah oke. Kita hanya belum beres di cabai. Di bawang juga," katanya.

Oleh karena itu, ia berjanji akan turut memperhatikan komoditas lainnya, termasuk cabai agar harganya bisa dikendalikan juga apabila terpilih kembali. Apalagi sebelumnya ia sudah memiliki konsep untuk membangun perkulakan terbesar di Pasar Kramat Jati.

Di perkulakan tersebut, warga bisa langsung membeli komoditas pangan tersebut tersebut dengan harga distributor. Pasalnya yang menjualnya nanti juga akan langsung dari distributor.



Suara Pembaruan

Deti Mega Purnamasari/CAH

Suara Pembaruan