Warga memberikan hak suaranya di TPS 21 Penjaringan, Jakarta Utara, 15 Februari 2017.

Lembaga Survei Mana yang Akurat Memprediksi Hasil PIlgub DKI?

Warga memberikan hak suaranya di TPS 21 Penjaringan, Jakarta Utara, 15 Februari 2017. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Sejumlah lembaga melakukan survei tentang siapa yang bakal menjadi pemenang dalam Pilgub DKI Jakarta 2017. Bahkan, sebelum KPU DKI Jakarta menetapkan tiga pasangan menjadi peserta, yakni Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni (Agus-Sylvi), Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot), dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi), lembaga survei telah "menjodohkan" tokoh-tokoh yang dianggap pantas mengikuti pilgub.

Setelah KPU DKI Jakarta menetapkan tiga pasangan menjadi peserta Pilgub DKI Jakarta pada 24 Oktober 2016, hampir setiap bulan lembaga survei merilis naik-turunnya dukungan publik terhadap Agus-Sylvi, Ahok-Djarot, dan Anies-Sandi. Hasil survei pada akhir Januari hingga awal Februari 2017 diharapkan merefleksikan hasil Pilgub DKI Jakarta berdasarkan penghitungan suara secara resmi oleh KPU DKI Jakarta.

Hingga saat ini KPU DKI belum melakukan penghitungan manual untuk menetapkan hasil pilgub. Namun, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, hasil hitung cepat (quick count) dan penghitungan suara dengan mengirim hasil di tempat pemungutan suara (TPS) secara elektronik (real count) ternyata tidak berbeda jauh dengan hasil resmi penghitungan suara secara manual oleh KPU. 

Berdasarkan data yang dihimpun Beritasatu.com, hasil hitung cepat yang dilakukan lima lembaga survei, yakni SMRC, Cyrus, Indikator Politik Indonesia, Indo Barometer, dan Populi Center, tidak ada pasangan yang meraih suara lebih dari 50 persen, sehingga Pilgub DKI Jakarta harus dilanjutkan dengan putaran kedua yang diikuti dua pasangan yang meraih suara terbanyak. Kedua pasangan itu adalah Ahok-Djarot yang meraup suara terbanyak dalam kisaran 42,59-43,88 persen, serta Anies-Sandi 39,19-40,13 persen. Sedangkan pasangan Agus-Sylvi hanya mampu mengumpulkan 16,68-17,33 persen suara. Hasil real count KPU juga hampir sama dengan angka-angka tersebut.

Data yang dihimpun dari 14 lembaga survei menunjukkan sebagian besar lembaga mampu memprediksi hasil Pilgub DKI Jakarta secara akurat, yakni Ahok-Djarot dan Anies-Sandi yang lolos ke putaran kedua. Hanya empat lembaga survei yang tidak akurat membuat prediksi. 

LSI Denny JA memprediksi pasangan Agus-Sylvi dan Ahok-Djarot yang lolos, sedangkan tiga lembaga lainnya, yakni Grup Riset Potensial, Manilka, dan Polmark memprediksi Agus-Sylvi dan Anies-Sandi yang melaju ke putaran kedua Pilgub DKI Jakarta.

Berikut hasil survei dari 14 lembaga survei pada akhir Januari hingga awal Februari 2017:



Anselmus Bata/AB

BeritaSatu.com