Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat

DKI Beli Lahan Warga untuk Normalisasi Kali Ciliwung

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (Antara/M Agung Rajasa)

Jakarta-Wakil Gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat blusukan ke Kampung Arus, Cawang, Jakarta Timur, hari ini. Lokasi ini terkena banjir akibat dampak kenaikan air di Pintu Air Katulampa. Ditambah lagi normalisasi Kali Ciliwung di kawasan tersebut belum tuntas.

Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan meneruskan program normalisasi Kali Ciliwung yang berada di Kampung Arus. Akan dilakukan pelebaran kali dan pemasangan sheet pile di dinding-dinding kali.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, Pemprov DKI akan membeli lahan warga Kampung Arus. Dan warga sudah setuju rumah dan lahan mereka dibeli Pemprov DKI dengan harga nilai jual objek pajak (NJOP).

“Kita sampaikan bahwa program normalisasi belum selesai. Jadi kita sudah bicara sama RW-nya. Ya kita akan bebaskan dan dia sudah bersedia, maka kita bebasin. Baru kita buat sheetpile. Karena untuk sheet pile itu tanggung jawab pemerintah pusat,” kata Djarot sesuai meninjau Kampung Arus pascabanjir, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (17/2).

Pembebasan rumah warga di sepanjang bantaran Kali Ciliwung di Kampung Arus dirasakan sangat penting. Sebab warga kerap kali terendam banjir karena limpahan air dari banjir kiriman. Daripada terendam banjir terus-menerus, lebih baik Pemprov bebaskan lahan warga kemudian dilakukan pelebaran dan penguatan dinding kali.

“Lha bagaimana, orang itu persis pinggir kali. Dapat kiriman dari Katulampa, ya pasti naik. Maka jalan satu-satunya ya tadi, kita kasih ganti rugi. Kita sheet pile seperti yang di sebelahnya. Yang di wilayah Jakarta Selatan. Aman sana kalau sudah selesai,” ujarnya.

Djarot mengaku warga Kampung Arus sudah bersedia untuk dibeli lahannya untuk normalisasi Kali Ciliwung. Dia menegaskan pihaknya bukan melakukan relokasi, melainkan membeli lahan dan rumah warga yang telah ada.

“Tadi sudah bersedia, bukan relokasi, peta bidang sudah, dan itu bukan relokasi. Dia dibayar, diganti rugi. Karena suratnya jelas, ada akta jual beli, ada girik, ada sertifikat. Kenapa kita ganti, ada dasar hukumnya, dan mereka sudah bersedia,” terangnya.

Di sepanjang bantaran kali Ciliwung di sekitar Kampung Arus, terdapat 100 petak bidang tanah. Dari jumlah tersebut, 33 petak bidang tanah sudah ditertibkan karena tidak memiliki surat tanah atau warga menempati lahan tersebut secara ilegal. Sementara 77 petak bidang tanah lainnya akan segera dibeli oleh Pemprov DKI.

“Jadi 33 sudah selesai. Tinggal 77, nah sedikit lagi. Targetnya tahun ini lah, tahun ini selesai dong. Setelah petak bidang diumumkan. Makanya peta bidang lagi diukur, dilihat begitu, dicocokkan. Kalau sudah selesai, nah kita berharap tahun ini selesai. Kalau tahun ini selesai, maka tahun 2018 kita enggak mikir lagi hujan deras atau enggak, karena tidak banjir lagi,” jelasnya.



Lenny Tristia Tambun/PCN

BeritaSatu.com