Kasus Dugaan Penggelapan Tanah Rp 7 Miliar

Sandi: Saya Tak Melanggar Hukum

Ratusan warga memadati kedatangan Cawagub dalam putaran ke dua Pilgub DKI Jakarta 2017, Sandiaga Uno di Jalan Bangka 9A, Kelurahan Pela Mampang, Jakarta Selatan, 20 Maret 2017. (BeritaSatu Photo/Carlos Roy Fajarta)

Oleh: Carlos Roy Fajarta / AB | Senin, 20 Maret 2017 | 21:13 WIB

Jakarta - Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Sandiaga Salahuddin Uno menegaskan dirinya tidak pernah melanggar hukum dan tidak pernah mengambil hak orang lain.

Hal tersebut disampaikannya kepada wartawan di Jakarta, Senin (20/3), terkait panggilan Polda Metro Jaya terhadap dirinya dalam kasus dugaan penggelapan tanah senilai Rp 7 miliar.

Sandi yang dipanggil sebagai saksi ke Polda Metro Jaya, pada Selasa (21/3), mengaku belum bisa memutuskan apakah memenuhi panggilan tersebut atau tidak.

"Apakah saya wajib datang atau bisa diwakilkan, jadwal saya sudah padat sekali, tinggal 29 hari masa kampanye. Saya akan konsultasikan kepada tim hukum. Saya ingin dekat dengan warga, sebisa mungkin setiap jam yang saya miliki berada dekat dengan warga," katanya.

Berdasarkan penjelasan kuasa hukumnya, lanjut Sandi, dalam kasus tersebut telah terjadi kesalahpahaman di antara dua sahabat karena pandangan politik yang berbeda.

"Saya menyerahkan segala keputusan hukum terkait kasus yang melibatkan dua sahabat lama tersebut agar dapat diselesaikan dengan cara baik-baik karena hanya merupakan kesalahpahaman. Saya ingin mendamaikan kedua belah pihak dan mempersatukan mereka yang justru terpecah-belah karena pandangan politik. Jangan sampai politik ini jadi membebani. Ini kasus perseteruan biasa dan tidak perlu diekspose berlebihan," tutur Sandi.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT