Ahok Akan Gunakan APBD untuk Kartu Jakarta Lansia

Basuki Tjahaja Purnama. (Antara/Reno Esnir)

Oleh: Lenny Tristia Tambun / PCN | Senin, 20 Maret 2017 | 22:29 WIB

Jakarta-Calon Gubernur DKI nomor dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan dana Kartu Jakarta Lansia (KJL) tidak bisa lagi menggunakan dana operasional Gubernur DKI. Karena jumlah warga lanjut usia (lansia) di DKI Jakarta cukup besar sehingga tidak mungkin lagi menggunakan dana operasional Gubernur DKI.

“Kita sebenarnya sudah terapkan itu dari dulu. Kan saya sudah bilang dari tahun lalu, saya sudah jalankan. Tapi ini bertahap, kita bantu pakai dana operasional,” kata Ahok di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (20/3).

Karena jumlah warga lansia di Jakarta sangat banyak, maka ia akan menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI. Karena juga tidak mungkin menggunakan dana corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan swasta.

“Tapi kalau secara ramai dan besar, kita sudah enggak sanggup lagi dapatkan bantuan dari CSR dan macam-macam. Ya kita harus lakukan dengan APBD DKI,” ujarnya.

Mantan Bupati Belitung Timur ini membenarkan anggaran yang dialokasikan untuk dana KJL sebesar Rp 600.000 per bulan per lansia. Menurutnya, anggaran sebesar Rp 20.000 per hari sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan para lansia di Jakarta.

“Ya saya kira kalau untuk orang tua sehari punya Rp 20.000 lumayan. Jadi ada uang Rp 600.000 per bulan kan lumayan,” ungkapnya.

Syarat untuk mendapatkan KJL adalah warga lansia yang tidak mampu dan masih tinggal bersama dengan keluarganya serta memiliki KTP DKI. Sistem pencairan dana tetap seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP).

“Tetap gesek kalau mau beli sesuatu. Enggak boleh tarin tunai. Kita takut kalau tunai nanti diambil anaknya atau oknum. Makanya harus gesek, supaya kita tahu dia beli apa,” tuturnya.

Saat ini pendataan lansia sedang dilakukan Kelompok Dasawisma. Hingga saat ini, lansia yang memiliki penghasilan di bawah Rp 2 juta per bulan sebanyak 12.000 orang yang berusia 70 tahun. Sedangkan penghasilan di bawah Rp 3 juta per bulan ada sebanyak 50.000 orang lebih.

“Kita sudah punya data. Tapi tiap tahun tambah. Ada juga yang sakit,” ucapnya.

Sebelumnya, Calon Wakil Gubernur DKI nomor urut dua, Djarot Saiful Hidayat mengatakan Kartu Jakarta Lansia (KJL) akan diterapkan pada Mei 2017. Setiap lansia dari keluarga tidak mampu akan menerima dana KJL sebesar Rp 600.000 per bulan.

Dana KJL akan diberikan kepada lansia yang berusia di atas 60 tahun, baik itu perempuan maupun laki-laki. Sementara menurut data Jakarta Dalam Angka Tahun 2016, jumlah lansia berumur 60-64 tahun ada sebanyak 284.080 jiwa dan berumur 65 tahun keatas ada sebanyak 375.893 jiwa.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT