Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (tengah) menyapa warga Jalan Batu Tumbu, Kramat Jati, Jakarta Timur, 15 Maret 2017.

Jadwal Padat, Sandi Tak Akan Hadiri Panggilan Polisi

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (tengah) menyapa warga Jalan Batu Tumbu, Kramat Jati, Jakarta Timur, 15 Maret 2017. (Carlos Roy Fajarta Barus/ Suara Pembaruan)

Jakarta - Calon Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno tidak akan menghadiri panggilan polisi untuk pemeriksaan kasus penggelapan tanah, Selasa (21/3), karena pada hari yang sama agendanya sangat padat dan tidak bisa dibatalkan.

Jadwal Sandiaga tersebut antara lain berkampanye dan hadir di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk keperluan laporan harta kekayaan pejabat negara (LHKPN).

"Kita sudah susun jadwal beberapa hari sebelumnya, karena memang ini adalah momennya kampanye, banyak warga yang ingin bertemu," kata penasihat hukum Sandiaga, Yupen Hadi, kepada Beritasatu News Channel, Senin (20/3).

"Apalagi besok kita juga ada ada acara di KPK, LHKPN. Itu adalah adalah agenda yang tidak bisa dibatalkan. Maka dengan sangat menyesal Bang Sandi besok tidak dapat menghadiri panggilan tersebut."

Namun Yupen memastikan pada panggilan berikutnya klien dia pasti akan datang.

Sandiaga dilaporkan atas tuduhan melakukan penggelapan dana hasil penjualan tanah pada 2012 di Jalan Raya Curug, Tangerang, Banten, oleh pengusaha Djoni Hidayat melalui kuasa hukumnya Fransiska Kumalawati Susilo.

Menurut keterangan polisi, dari harga tanah Rp 8 miliar, yang telah disetor baru Rp 1 miliar. Selain Sandiaga, terlapor lainnya dalam kasus ini adalah rekan bisnisnya bernama Andreas Tjahjadi.








Tim Redaksi BeritaSatu TV/BSTV

BeritaSatu TV