Sejumlah tersangka dan barang bukti dalam kasus dugaan penipuan oleh Pandawa Grup di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis 9 Maret 2017.

Penyidik Masih Susun Berkas Beberapa Tersangka Koperasi Pandawa

Sejumlah tersangka dan barang bukti dalam kasus dugaan penipuan oleh Pandawa Grup di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis 9 Maret 2017. (Antara)

Jakarta - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, masih menyusun beberapa berkas perkara para tersangka kasus dugaan penipuan Koperasi Pandawa Group. Pemberkasan memerlukan waktu, karena banyaknya jumlah korban.

"Belum semua. Kan masih ada yang proses pemberkasan. Tapi ada yang sudah kita kirim ke JPU (berkas 14 tersangka). Kemudian, ada beberapa petunjuk yang masih harus kita lengkapi karena dari sekian banyak korban, itu tidak dimasukkan dalam satu berkas. Karena disesuaikan dengan barang bukti juga yang kita dapatkan. Korban yang barang bukti sudah ditemukan, periode ini, kita jadikan satu berkas. Periode berikutnya satu berkas," ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Wahyu Hadiningrat, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (21/4).

Dikatakannya, pemilik Pandawa Grup Nuryanto, masih ditahan di Mapolda Metro Jaya. "Ya, masih di sini. Kan ada pemeriksaan yang lain," ungkapnya.

Ia menyampaikan, pengembalian barang bukti kepada para nasabah atau korban menunggu hasil keputusan pengadilan.

"Nanti tentunya, kita tunggu hasil putusannya dulu. Dari situ kita bisa tahu ke mana proses pengembaliannya, mekanismenya bagaimana, kita tunggu hasil putusannya. Sementara ini karena belum ada putusan apa-apa, belum ada tembusan, ya kita prosesnya berjalan seperti biasa," katanya.

Diketahui, polisi telah menangkap 22 tersangka yakni, Nuryanto (Ketua Pandawa Group), Nani (Istri pertama Nuryanto), Cici (Istri kedua Nuryanto), Madamin (diamond), M Soleh (diamond), Vita Lestari (diamond), Arif Firmansyah (diamond), Sabilal (diamond), Taryo (leader 8), Roni Santoso (leader 8), Yeret Meta (leader 8), Tohiron (leader 8), Ricky M Kurniawan (leader 8), Abdul Karim (leder 8), Reza Fauzan (leader 8), Dedi Susanto (leader 8), Dani Kurniawan (leader 8), Priyoko Setyo Putro (leader 8), Subardi (leader 7), Dakim (leader 7), Anto Wibowo (leader 7), dan Siti Parlianingsih.

Selain menangkap 22 tersangka, penyidik juga sudah menyita 28 mobil berbagai merek, 20 unit sepeda motor, 12 sertifikat hak milik, enam rumah atau bangunan, 10 bidang tanah, sejumlah logam mulia, buku tabungan, beberapa ATM, sejumlah uang, perhiasan, BPKB, dan lainnya.

Jumlah korban setidaknya mencapai 5.469 orang dengan kerugian diperkirakan hingga 1,52 triliun. Sudah ada 98 orang saksi yang diperiksa, termasuk tiga orang saksi ahli.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP, Pasal 372 KUHP, Pasal 379a KUHP, Undang-undang Perbankan Nomor 10 Tahun 1998 Pasal 46, dan Undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang Nomor 8 Tahun 2010, Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5, dengan ancaman penjara 15 tahun serta denda Rp200 miliar.



Bayu Marhaenjati/CAH

BeritaSatu.com