Ketua DPRD DKI: Ahok Bukan Residivis, Dia Pemimpin Jujur

Ketua DPRD DKI: Ahok Bukan Residivis, Dia Pemimpin Jujur
Prasetyo Edi Marsudi ( Foto: BeritaSatu.com/Ezra Sihite )
Lenny Tristia Tambun / PCN Selasa, 9 Mei 2017 | 18:49 WIB

Jakarta-Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi mengaku cukup kaget mendengar vonis yang disampaikan Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Dwiarso terhadap terdakwa kasus dugaan penistaan agama, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim adalah dua tahun hukuman penjara. Ditambah lagi, Ahok langsung diangkut ke Rumah Tahanan (Rutan) klas I Cipinang, Jakarta Timur, hari ini juga.

Ia pun langsung mendatangi Rutan Cipinang dan bertemu dengan Ahok. Selain itu, ia juga bertemu dengan Wakil Gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat yang juga telah hadir mengunjungi Ahok.

Setelah mengunjungi Ahok, ia pun keluar dari Rutan Cipinang dan bertemu dengan ratusan relawan serta pendukung Ahok. Di hadap massa pendukung Ahok, politisi dari PDI Perjuangan ini mengatakan apa yang terjadi terhadap Ahok adalah sebuah masalah hukum yang tidak objektif.

Apalagi, Ahok harus ditahan, padahal ia bukan residivis dan sepanjang proses hukum, ia sangat kooperatif. Selain itu, ia adalah sosok pemimpin yang jujur.

“Apa yang terjadi, masalah hukum yang tidak objektif. Ahok bukan residivis, dia pemimpin jujur,” kata Prasetio di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (9/5).

Kendati demikian, ia harus menyampaikan pesan yang dititipkan Ahok kepadanya untuk massa pendukungnya bahwa mereka tidak boleh mengganggu sentral lalu lintas.

“Saya sedang mengurus Pak Ahok. Karena beliau hanya dikasih waktu 1x24 jam ke Pengadilan Tinggi. Pak Ahok sedang buat berita acara di dalam,” ujarnya.

Seperti diketahui, sekelompok relawan pendukung Ahok mendatangi Rutan Cipinang tempat Ahok ditahan. Mereka sempat mengancam akan menutup jalan raya di depan rutan.

“Kami akan tutup jalan, kalau tidak Pak Ahok keluar, kami tetap di sini," kata seorang pria yang berdiri di atas mobil komando di depan Rutan Klas 1 Cipinang.

Pria itu meminta Kepala Rutan Klas 1 Cipinang untuk membawa Ahok ke luar rutan dan berorasi di depan. Ia beralasan ingin melihat Ahok yang terzalimi. Pria berbaju merah itu meminta waktu lima menit untuk menghadirkan Ahok.

"Beri kami lima menit atau tidak kami tetap di sini,” serunya yang disambut dengan teriakan warga lainnya untuk meminta mereka ditemukan dengan Ahok.

Sejumlah relawan pendukung Ahok masih berkumpul di sekitar Rutan Cipinang. Mobil komando mereka berada di jalur Transjakarta. Karena banyaknya massa, arus lalu-lintas di sekitarnya pun tersendat. Sehingga bunyi klakson kendaraan pun terdengar di mana-mana.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE