Bangun RPTRA, Pemprov DKI Beri Penghargaan Sejumlah Perusahaan i

Sejumlah warga ibukota mengunjungi RPTRA Kalijodo Jakarta Utara menyampaikan pendapatnya perihal penetapan vonis hukuman dua tahun untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, 9 Mei 2017.

Oleh: Lenny Tristia Tambun / WBP | Selasa, 13 Juni 2017 | 16:17 WIB

Jakarta- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI memberikan penghargaan pada 25 perusahaan, empat yayasan dan satu lembaga swadaya masyarakat yang telah menyumbangkan dana corporate social responsibility (CSR) untuk membangun Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Penghargaan diberikan sebagai wujud apresiasi pemprov karena telah membantu mewujudkan Jakarta menjadi kota yang ramah dan layak anak. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat di Balai Kota DKI.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) DKI, Dien Emmawati mengatakan saat ini sudah ada 186 RPTRA yang telah diresmikan Pemprov DKI. Dari jumlah tersebut, sebanyak 62 RPTRA dibangun menggunakan dana CSR perusahaan swasta maupun BUMD DKI. “62 RPTRA itu dibangun oleh 25 perusahan, empat yayasan, dan satu swadaya masyarakat di RW 012 Pekansari. Lalu ada 143 RPTRA dibangun dengan APBD DKI dan satu RPTRA dibangun karena kewajiban,” kata Dien di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (13/6).

Lebih lanjut dijelaskan, 62 RPTRA yang dibangun menggunakan dana CSR itu tersebar di lima wilayah DKI. Perinciannya, sebanyak 29 di Jakarta Pusat, 42 di Jakarta Utara, 36 di Jakarta Barat, 39 di Jakarta Selatan, 38 di Jakarta Timur dan dua RPTRA di Kepulauan Seribu.

Sementara perusahaan yang memberikan CSR untuk membangun RPTRA di antaranya, PT Pembangunan Jaya, PT Summarecon Agung, PT Astra Internasional, PT Agung Sedayu Grup, Blibli.com, PT Multilan, PT Agung Podomoro, Yayasan Bakti Barito, Dharma Suci, PT Gajah Tunggal, PT Indofood Sukses Makmur, PT Harapan Global Niaga, PT Nestle, PT Greenwood, PT Sinarmas Land, PT Bintang Tujuh, Tanoto Foundation, Yayasan Sekolah Belajar, dan warga Pegangsaan 2 (masyarakat).

“Kami memberikan ucapan terima kasih atas kepedulian perusahaan mendukung dibangunnya pusat interaksi masyarakat. Kami juga berterima kasih terhadap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang telah bersinergi dalam membangun RPTRA, yaitu Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dan Dinas Olahraga dan Pemuda,” ujarnya.

Dalam acara tersebut, Djarot juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh perusahaan, yayasan dan masyarakat yang telah membangun RPTRA di seluruh wilayah DKI Jakarta. “Saya mewakili Pak Basuki dan warga Jakarta menyampakan terima kasih pada kalian yang telah berbagi. Nilai itu akan dikenang dan dirasakan sepanjang hidup warga Jakarta. Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih,” kata Djarot.

Ia menegaskan, Jakarta bukan milik Pemprov DKI semata, melainkan milik semua warga termasuk badan usaha maupun perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha di Ibu Kota. Maka setiap permasalahan yang dihadapi Jakarta harus diselesaikan secara bersama-sama dengan Pemprov DKI.

Salah satu masalah perkotaan yang dihadapi Jakarta, adalah kurangnya ruang interaksi antarwarga dan taman bermain untuk anak. Sehingga dibutuhkan semua taman yang dapat menampung kegiatan mulai dari anak kecil hingga dewasa. Lalu tercetuslah RPTRA. “Itu lah yang dibangun dengan semgant bergotong royong. Jakarta milik kita semua. Maka persoalan Jakarta harus kita pikirkan. Salah satunya sumbangan Ibu dan Bapak sekalian, terutama di RW 012. Terima kasih,” ucapnya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT