Ilustrasi petugas Jasa Marga di jalan tol.

"Perlu dilakukan kajian yang holistik untuk memprediksi dampak yang mungkin terjadi".


Jakarta - Rencana Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk membuat kebjiakan sepeda motor bisa masuk ke jalan tol, diperlukan kajian yang mendetail. Bahkan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI mengusulkan sepeda motor yang bisa melalui jalan tol adalah sepeda motor dengan kecepatan timggi, yaitu 800 hingga 1.000 cc.

 

Kepala Dishub DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan pihaknya kurang setuju dengan wacana tersebut. Pasalnya, sepeda motor dengan speed yang rendah tidak akan bisa dimasukkan ke jalan tol yang menjadi lintasan kendaran bermotor dengan kecepatan tinggi. Bila tetap diterapkan wacana tersebut, maka kemungkinan besar akan terjadi kecelakaan lalu lintas.

 

"Kalau motor-motor yang kecepatannya kecil seperti 200 cc ke bawah, malah akan menimbulkan kesemrawutan lalu lintas di jalan tol. Yang akhirnya akan menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Karena di jalan umum saja sering terjadi kecelakaan, apalagi di jalan highway seperti jalan tol," kata Pristono kepada beritasatu.com, Kamis (14/2).

 

Berdasarkan hal itu, Pristono mengusulkan agar Menteri PU Djoko Kirmanto memikirkan jenis motor yang boleh melintasi jalan tol. Yakni sejenis motor dengan kecepatan tinggi, antara 800 hingga 1.000 cc.

 

"Kalau motor seperti ini bolehlah, karena bisa mengimbangi kecepatan mobil," tukasnya.

 

Pengamat Transportasi dari Universitas Indonesia Alvinsyah menyatakan yang harus pertama kali dilihat oleh pemerintah pusat adalah apakah ada peraturan perundangan yang berlaku terhadap penerapan kebijakan tersebut.

 

"Lalu perlu dilakukan kajian yang holistik untuk memprediksi dampak yang mungkin terjadi. Kemudian manfaat yang akan diperoleh untuk menjastifikasi kebijakan ini," ujarnya.

 

Dia menegaskan perlu ada jawaban yang pasti apakah memang ini satu-satunya kebijakan yang bisa diambil. Atau ada kebijakan lainnya yang bersifat lebih mendasar.

 

"Perlu dijamin jangan sampai untuk menyelesaikan suatu persoalan malah menimbulkan persoalan baru," tuturnya.

 

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengungkapkan pihaknya sudah mengetahui adanya wacana sepeda motor masuk jalan tol. Tetapi Pemprov DKI belum mengambil keputusan apa pun sebelum dipastikan oleh Kemenpu.

 

"Iya ada yang memberikan gambaran seperti itu. Tapi belum masuk dalam perencanaan besarnya. Masih wacana kok," tukasnya.

Penulis: Lenny Tristia Tambun