Demo buruh yang menolak RUU Kamnas dan Ormas, Selasa (19/2).

Jakarta - Tolak Rancangan Undang-undang Keamanan Nasional dan Organisasi Masyarakat (Ormas), 700 buruh yang tergabung dalam Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) dan sejumlah elemen masyarakat, menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung MPR/DPR RI, Selasa (19/2).

"Tuntutan kami menolak RUU Kamnas dan Ormas. Karena, keberadaan UU itu akan menyulitkan kita membuat serikat buruh. Nanti akan dibuat seperti model orde baru lalu," ujar Panglima Garda Metal sekaligus Koordinator Lapangan unjuk rasa buruh, Baris Silitonga, di depan Gedung DPR RI, Selasa.

Ia mengatakan, massa yang mengikuti aksi unjuk rasa sekitar 700 orang. Baris mengatakan, aksi ini hanya sebagai pemanasan jelang aksi besar 26 sampai 29 Februari 2013 mendatang.

"Jumlah massa paling banyak 700 orang. Ini hanya pemanasan saja. Nanti, tanggal 26 sampai 29 Februari 2013 akan ada aksi besar yang melibatkan puluhan ribu buruh. Tuntutannya sama tolak RUU Kamnas dan Ormas," tambahnya.

Baris menyampaikan, sistem keamanan harus dikembalikan kepada masyarakat. Itu artinya, menggunakan kedekatan sosial.

"Kita bukan benci TNI, kalau bisa TNI itu di tambah senjata, ditambah kesejahteraannya. Namun, jika RUU terealisasikan maka kekejaman terhadap rakyat kecil akan dikedepankan. Dengan segala macam permasalahan itu, kita menolak RUU Kamnas dan Ormas," tegasnya.

Sementara itu, sekitar 796 personel kepolisian disiagakan untuk mengawal jalannya unjuk rasa di depan Gedung MPR/DPR RI.

"Untuk pengamanan unjuk rasa, sebanyak 796 personel diturunkan di DPR dan 781 personel di Kemnakertrans. Personel cadangan ada sekitar 3 SSK di Polda Metro Jaya," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, kepada Beritasatu.com.

Ihwal apakah akan dilakukan pengalihan arus, ia mengatakan, alih arus bergantung situasi di lapangan.

"Sifatnya situasional. Kalau jumlah massa meningkat, maka dilakukan pengalihan arus," tukasnya.

Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, massa mulai menyambangi Gedung MPR/DPR RI, pukul 11.00 WIB. Mereka datang menggunakan sekitar lima bus.

Sebelum menggelar aksi unjuk rasa, buruh menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selanjutnya dilakukan orasi penyampaian aspirasi buruh.

Arus lalu lintas di sekitar lokasi unjuk rasa terpantau ramai lancar. Belum dilakukan pengalihan arus. Nampak sejumlah petugas sibuk mengatur arus lalu lintas.

Penulis: Bayu Marheanjati