Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Rapat tentang penentuan pembuatan mass rapid transit (MRT) di Balai Kota Jakarta.

Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan gaji pejabat di jajaran Pemprov DKI, termasuk gaji Gubernur dan Wakil Gubernur sudah cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Gaji Gubernur DKI Jokow Widodo perbulan menerima gaji dan tunjangan sebesar Rp 8.578.500 dan Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menerima Rp. 6.914.100.

“Kalau gaji pejabat di daerah lain mungkin harus dinaikkan. Kalau DKI tidak masalah gaji kecil. Karena kita ada tunjangan kinerja. Kalau daerah lain tidak pantaslah,” kata Basuki yang kerap disapa Ahok di Balaikota DKI, Jakarta, Kamis (21/2).

Menurut Ahok secara pribadi, gaji yang pantas bagi seorang bupati adalah Rp 150 juta per bulan. Tetapi dengan perjanjian, bupati tersebut tidak boleh korupsi dan mengambil uang rakyat. Kalau terbukti mengambil uang rakyat, maka dia akan ditangkap.

“Kalau saya, akan menggaji bupati sebesar itu. Tapi saya akan bilang, anda tidak boleh nyolong. Bagaimana cara pembuktiannya dia nyolong atau enggak, ya kita cek hartanya, biaya hidupnya. Kalau melanggar ya ditangkap,” ujarnya.

Setiap kenaikan gaji yang dialami pejabat, lanjutnya, harus disertai dengan pembuktian terbalik. Sehingga kenaikan gaji yang dialaminya tidak membuat peluang bagi pejabat tersebut untuk menyelewengkan uang rakyat.

“Kalau Jakarta sih ada TKD. Saya dulu waktu jadi Bupati Belitung, gaji saya sudah habis setiap tanggal 7,” ungkapnya sambil tertawa.

Baginya, transparansi gaji dan tunjangan yang didapatkannya adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan. Karena itu, dia mengumumkan gaji yang diterimanya melalui website pribadi yaitu www.ahok.org. Dalam website tersebut, dia juga menunjukkan jumlah gaji yang diterima Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).

Terlihat dalam website tersebut, jumlah gaji yang diterima oleh Jokowi setelah dikurangi pajak sebesar Rp 3.448.500. Sedangkan gajinya sendiri setelah dipotong pajak sebesar Rp 2.810.100. Tidak hanya itu, Ahok juga menyebutkan jumlah tunjangan jabatan Jokowi dan Ahok. Setelah dikurangi pajak, Jokowi menerima tunjangan sebesar Rp 5.130.000 dan Ahok menerima tunjangan sebesar Rp 4.104.000.

Selain itu, juga dilampirkan bukti slip gaji dan tunjangannya setelah dipotong pajak. Untuk gaji Jokowi, di slip tersebut Ahok menerima 3.448.500 dengan rincian  tertulis, gaji pokok  berjumlah Rp 3.000.000, tunjangan untuk istri sebesar Rp 300.000, kemudian tunjangan anak Rp 60.000, tunjangan beras Rp 270.000. Kemudian dipotong pajak 10 persen.

Rincian di slip tersebut juga tertulis Ahok menerima gaji pokok sebesar Rp 2.400.000, tunjangan istri Rp 240.000, tunjangan anak Rp 48.000, tunjangan beras Rp 270.000, dipotong pajak 10 persen, Ahok menerima 2.810.100.

Penulis: Lenny Tristia Tambun