Ilustrasi Pelaku Perampokan.

Jakarta - Deny Saputra (26), satu dari dua pelaku perampokan yang menyebabkan dua tewas dan enam lain mengalami luka di Tanah Merdeka IV, Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, mengaku baru tiba di Ibukota sehari sebelum kejadian atau Minggu (24/2) pagi.

Kepada Polisi dari Polda Metro Jaya, pelaku yang mengaku berasal dari sebuah desa kecil di daerah Lampung, diantar oleh seorang rekannya saat pergi dari kampung.

"Dia besar di Lampung. Pertama kali ini datang ke Jakarta. Dia ngakunya nggak tahu apa-apa tentang Jakarta dan ikut-ikutan saja," kata Kanit Reskrim Polsek Ciracas, AKP Jupriono saat dihubungi wartawan, Senin (25/2) malam.

Meski mengaku baru tiba di Jakarta, dan baru melakukan aksi tindak kejahatan yang menewaskan dua orang itu, Jupriono menyatakan, pihak kepolisian tidak serta merta percaya pada keterangan pelaku. Kasus tersebut pun ditarik oleh Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Metro Jaya. Polisi tengah mendalami identitas serta keberadaan rekan-rekan yang dimaksud oleh Deny tersebut.

Deny sempat menyebut nama-nama rekannya. Perampokan yang dilakukan Deny bersama rekannya yang berinisial AD --yang saat ini tengah buron-- terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Dalam peristiwa itu, dari delapan korban, empat orang di antaranya adalah satu keluarga, yakni suami-istri Heston Hutagalung (50) dan Norma Sihombing (52) beserta dua anak mereka Yogi Hutagalung (18) dan Christon Paros Hutagalung (17).

Christon tewas seketika di lokasi kejadian dengan luka tusuk di dada dan rusuk kiri serta luka tembak di zakarnya. Heston mengalami luka tusuk di lengan kiri, Norma mengalami luka tembak di pinggang kiri, dan Yogi mengalami luka tusuk di dada.

Sampai Senin (25/2) malam, Heston, Norma dan Yogi masih dalam perawatan intensif di ruang Mahoni RS Polri Said Sukanto Kramat Jati, Jakarta Timur. Sementara Norma masih menjalani operasi pengangkatan proyektil dari pinggang kirinya.

Selain empat anggota keluarga Hutagalung, empat orang tetangga mereka yang saat kejadian datang dan mencoba membantu juga menjadi korban, seorang di antaranya bernama Jamhari (36) tewas. Sementara tiga korban luka lainnya adalah Ian Setiawan (36) yang mengalami luka tusuk di lengan kiri, Heri (35) luka tusuk di pantat kanan, dan Toriq (40) luka sajam di tangan.

Dari lokasi kejadian polisi mengamankan barang bukti sebilah pisau, kunci letter T, dan sepeda motor Honda Beat Nopol B 3180 KCG milik pelaku, empat selongsong peluru dan satu proyektil, satu buah ponsel Samsung milik pelaku, serta sepeda motor Honda Vario B 3393 TGC milik korban.

Suara Pembaruan

Penulis: F-5/NAD

Sumber:Suara Pembaruan