Ilustrasi polisi menghitung uang.

New York - Seorang tentara wanita Amerika Serikat (AS) divonis lima tahun penjara karena menyelundupkan uang sebesar $1 juta dari medan perang Afganistan yang dihamburkannya untuk liburan, operasi plastik dan membeli traktor trailer 18 roda.

Tonya Long (30) asal Fayettefille, North Carolina, divonis pada Senin (4/3) lalu atas penyelundupan uang yang ia gelapkan saat bertugas sebagai inspektur bea cukai di Afganistan dari Januari 2008 hingga April 2009, seperti dilansir kantor berita Associated Press.

Long dan kaki tangannya menggelapkan uang tersebut, yang disebut oleh jaksa penuntut sebagai skema pembayaran "double-billing".

Rincian mengenai skema pembayaran itu tidak diungkap walau jaksa mengungkapkan Long dan kaki tangannya mengirim uang curian ke AS melalui paket. Uang ilegal itu disimpan di cekungan perekam kaset video atau VCR.

Long merupakan personel militer yang berbasis di Fort Bragg, California. Ia  ditugaskan pada batalion tempur yang dipasangkan pada Kelompok Pasukan Khusus dan bertanggungjawab untuk memeriksa barang-barang pribadi para tentara sebelum dikirim ke AS.

Dengan triknya, Long mengirim uang haram itu ke Markas Besar Angkatan Udara di North Carolina yang disimpan di bawah pengawasan penjaga bersenjata. Setelah Long kembali ke AS, ia mengambil uang itu dan menaruh ke dalam brankas yang disimpan di sebuah apartemen sewaan Long dan kaki tangannya.

Sebagai bagian dari hukumannya, Long akan menghabiskan tiga tahun dalam pengawasan setelah menyelesaikan masa tahanan dan diwajibkan mengembalikan $1 juta yang ia curi.

"Tonya Long telah mengkhianati timnya dan saat tentara lain berjuang untuk negara, dia mencuri uang yang harusnya digunakan untuk mendukung misi negara," kata jaksa Thomas G. Walker.

"Tindakannya itu merusak reputasi tentara lain dan bangsa kita. Hukuman ini menunjukkan bahwa perbuatan seperti itu tidak akan ditoleransi," sambungnya.

Penulis: Febriamy Hutapea/FEB

Sumber:NY Daily News