Mantan Pemimpin Kuba, Fidel Castro

Havana - Mantan pemimpin Kuba, Fidel Castro, tampak menahan air mata ketika mendengarkan sebuah lagu tentang sahabat dan sekutunya, mendiang Hugo Chavez. Pemandangan yang jarang disaksikan itu ditayangkan oleh stasiun televisi Kuba, Kamis (11/4).

Tayangan itu untuk pertama kalinya menggambarkan betapa besar dampak kematian Presiden Venezuela itu terhadap Castro yang sudah berusia 86 tahun. Hubungan keduanya sangat dekat, Chavez sering secara terbuka menyebut Castro sebagai ayah dan guru politiknya.

Castro, yang direkam ketika muncul di hadapan publik pada Rabu (10/4) dalam acara peresmian sebuah sekolah di Havana, tampak menutup matanya dengan tangan, bibirnya bergetar, dan tampak berusaha keras menahan air mata ketika lagu berjudul "Kembalinya Seorang Sahabat" yang ditulis oleh sejumlah musisi untuk mengenang Chavez.

Chavez meninggal pada usia 58 tahun itu di Caracas pada 5 Maret lalu. Ia menderita penyakit kanker dan menghabiskan masa perawatan di Kuba sebelum akhirnya menyerah kepada ajal.

"Tidak ada yang mengira dia telah pergi...Ia akan kembali bersama Sandino, Che, Marti, dan Bolivar," bunyi lirik lagu yang menyebut sejumlah nama tokoh sosialis dan revolusioner dari Amerika Latin yakni Augusto Sandino, Ernesto "Che" Guevara, Jose Marti, dan Simon Bolivar.

Castro dan Chaves mengikat persahabatan erat dan persekutuan politik sejak awal masa kekuasaan Chavez yang berlangsung selama 14 tahun. Chavez diketahui selalu membantu perekonomian Kuba dengan minyak bumi dan uang yang jatuh sejak runtuhnya Uni Soviet, sekutu utama Kuba di era Perang Dingin, pada 1991.

Persahabatan keduanya terus berlangsung ketika Castro bertambah uzur dan menyerahkan tongkat kepemimpinan Kuba kepada adiknya Raul Castro (81).

Castro dan Chavez sering bertemu, saling berkirim surat, dan bekerja sama untuk mempromosikan sosialisme di Amerika Latin dan melawan dominasi Amerika Serikat di kawasan itu.

Hampir sepekan setelah Chavez wafat, tepatnya pada 11 Maret, Castro menulis sebuah opini surat kabar pemerintah Kuba yang menggambarkan Chavez sebagai sahabat terkarib Kuba dan bahwa kematiannya "memukul kita sangat keras".

Penulis: Liberty Jemadu

Sumber:Reuters