Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama dan Ketua DPR  John Boehner(kanan) belum sepakat soal pagu utang pemerintah sehingga Amerika terancam default.

Jika Kongres Amerika Serikat gagal menaikkan pagu utang sampai tenggat waktu 17 Oktober ini, negara itu tidak akan mampu membayar utang-utangnya atau terjadi default.

Departemen Keuangan bahkan telah mengeluarkan peringatan tentang konsekuensi yang bakal dihadapi negara itu.

"Bisa terjadi krisis finansial dan resesi yang menyerupai event tahun 2008, atau lebih buruk lagi," kata departemen tersebut.

Bagaimana mungkin kekuatan ekonomi terbesar di dunia ini tak mampu membayar utang?

Memang banyak pertanyaan seputar krisis politik-ekonomi dalam negeri di Amerika sekarang. Uraian sederhana di bawah ini mungkin bisa menjawab beberapa pertanyaan anda.

Apa maksudnya default?

Arti dasarnya dalam konteks ini adalah "gagal bayar." Jika seseorang atau sebuah lembaga gagal membayar utangnya tepat waktu, misalnya cicilan mobil atau rumah, kondisi ini disebut "default."

Kalau kondisi seperti ini menimpa sebuah negara, istilah yang lebih tepat sebetulnya adalah sovereign default. Negara dimaksud tidak mampu membayar utangnya, yang biasanya dalam bentuk obligasi.

Jadi kalau AS mengalami default, dia tidak akan mampu membayar pemegang obligasi yang diterbitkan Departemen Keuangan.

Catatan: pemerintah AS membelanjakan lebih banyak dari pendapatan pajaknya. Agar anggaran mencukupi, AS mencari dana dengan menerbitkan obligasi. Investornya seperti pemerintah China dan lembaga pensiun, yang menganggap obligasi seperti ini cara aman untuk berinvestasi.

Apa konsekuensinya jika AS default?

Tak ada yang tahu pasti, namun kemungkinannya adalah pasar di seluruh dunia akan anjlok dan suku bunga global akan melonjak.

Itu bisa terjadi karena ketika pemerintah AS tak mampu membayar utang dari para pemegang obligasi, nilai obligasi itu akan turun, dan yield -- jumlah yang harus dibayar investor untuk utang yang tidak terlalu aman -- akan meningkat.

Kondisi semacam ini akan memicu kenaikan suku bunga di seluruh dunia yang biasanya memang sangat terpengaruh oleh obligasi AS.

Jika Kongres AS tidak mau menaikkan pagu utang, apakah default masih bisa dihindari?

Menteri Keuangan Jack Lew memperingatkan jika pagu utang gagal disepakati, pihaknya akan kehabisan dana untuk membayar tagihan pada 17 Oktober nanti. Tagihan ini bukan hanya bunga obligasi, tapi juga Jaminan Sosial dan tunjangan veteran.

Lew sendiri mengatakan tidak ada yang tahu pasti apa yang akan terjadi jika pihaknya kehabisan dana.

Opsi yang paling jelas adalah memprioritaskan pembayaran ke para pemegang obligasi sehingga AS bisa menghindari status default, namun Presiden Barack Obama sudah mengesampingkan hal itu, dan mungkin juga secara teknis ilegal.

Idealnya, Departemen Keuangan akan menggunakan pendapatan pajak untuk membayar bunga obligasi saja.

Sebetulnya, bagaimana proses pembayaran tagihan utang oleh pemerintah AS?

Anehnya, tak ada yang tahu pasti bagaimana sistem kerjanya.

Setiap hari, Departemen Keuangan AS menerima sekitar 2 juta tagihan dari berbagai kantor tingkat federal.

Menurut para analis di Credit Suisse, ada tiga kantor utama yang membayar tagihan-tagihan itu: kantor pencairan dana di Departemen Pertahanan, Biro jasa Fiskal dan Jasa Manajemen Finansial.

Apa saja tagihan yang jatuh tempo sebentar lagi?

Cukup banyak daftar tunggu tagihan utang pemerintah hingga bulan depan, dan yang terbesar jatuh tempo pada 1 November.

Setelah 17 Oktober nanti, pemerintah AS akan memiliki hanya 68% dari dana yang dibutuhkannya untuk membayar utang bulan depan, menurut laporan Bipartisan Policy Center.

Artinya secara teknis pemerintah masih mampu membayar sebagian tagihan itu. Namun masuknya pendapatan harian bisa berfluktuasi tajam, sehingga sangat susah membuat perencanaan.

Daftar utang jatuh tempo AS:

- 23 Oktober, pembayaran jaminan sosial, $12 miliar
- 28 Oktober, gaji pegawai Federal, $3 miliar
- 30 Oktober, pembayaran biaya kesehatan ke provider, $2 miliar
- 31 Oktober, pembayaran bunga utang publik, $6 miliar
- 1 November, pembayaran biaya kesehatan ke provider, $18 miliar
     pembayaran tunjangan jaminan sosial, $25 miliar
     gaji tentara aktif, pensiunan dan tunjangan veteran, $12 miliar
- 14 November, pembayaran jaminan sosial, $12 miliar
- 15 November, pembayaran bunga utang, $29 miliar

Apakah AS pernah mengalami default sebelumnya?

Tidak persis seperti itu.

Ada tiga contoh dalam sejarah AS yang mendekati kondisi default, yang terakhir pada 1979.

Ketika itu, Departemen Keuangan dengan ceroboh tak membayar utang $ 122 juta karena kesalahan dalam sistem pengolahan kata (word processing) di komputer.

Kesalahan itu bisa dengan cepat diperbaiki. Meskipun nilai $122 juta itu hanya seujung kuku saja dari total utang $ 800 miliar ketika itu, kondisi "mini default" yang terjadi meningkatkan biaya utang sebesar 0,6%, atau $ 6 miliar per tahun.

Dua kondisi default lainnya terjadi pada 1933 dan 1790, dan penyebabnya mirip dengan krisis yang terjadi di Yunani, ketika para kreditor mendapatkan uang lebih sedikit dari yang mereka pinjamkan. Para ekonom menyebut ini sebagai kondisi default, namun memang masih rancu.

Penulis: Heru Andriyanto/HA

Sumber:BBC