Ilustrasi Presiden AS Barack Obama (kiri) dan Kanselir Jerman Angela Merkel (kanan)

Brussels - Kontroversi seputar operasi intelijen Amerika Serikat (AS) semakin meluas dengan munculnya klaim baru bahwa Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) menyadap komunikasi 35 pemimpin dunia. Laporan itu berdasarkan dokumen terbaru yang dibocorkan oleh Edward Snowden dan dipublikasikan oleh surat kabar Inggris, Guardian, Kamis (24/10).

Sebuah memo rahasia menunjukkan NSA memperoleh nomor-nomor para pemimpin negara dari seorang pejabat senior di departemen pemerintah lain, yang memberikan kontak 200 orang. Guardian melaporkan, NSA meminta para pejabat senior di departemen-departemen seperti Gedung Putih, Departemen Luar Negeri, dan Pentagon untuk berbagi “Rolodexes” (indeks kartu) yang berisi nomor-nomor kontak politisi asing.

Tuduhan baru ini muncul menyusul laporan bahwa NSA menyadap telepon selular Kanselir Jerman Angela Merkel. Berita itu, mendorong Merkel membeli 10.000 perangkat enskripsi khusus yang gunanya untuk memproteksi dan menjaga keamanan data.

Laporan terbaru Guardian itu juga meningkatkan ketegangan antara AS dan Uni Eropa, yang merupakan sekutu Washington. Informasi penyadapan yang dilakukan AS terhadap para pemimpin negara dunia telah memicu kemarahan kolektif Uni Eropa. Pada hari pertama KTT Uni Eropa di Brussels, Kamis, para pemimpin pemerintahan Eropa mengecam aktivitas NSA.

Merkel mengangkat isu penyadapan AS dalam KTT dan mengusulkan kemungkinan sebuah perjanjian “antipenyadapan” dengan AS, yang kemungkinan akan diikuti oleh negara Uni Eropa lain. AS hanya memiliki kesepakatan “antipenyadapan” dengan Inggris, Australia, Selandia Baru, dan Kanada, sebuah aliansi yang dikenal dengan “Lima Mata” usai Perang Dunia II.

“Jerman dan Prancis akan mencari sebuah saling pengertian dengan AS untuk kerjasama antara badan intelijen, dan negara-negara anggota Uni Eropa pada akhirnya akan mengambil peran. Ini berarti sebuah kerangka kerja sama antara jasa (intelijen) terkait. Jerman dan Prancis akan mengambil inisiatif,” ucap Merkel usai KTT Uni Eropa.

Perketat Proteksi
Jerman juga telah menyerukan agar pembicaraan perjanjian pasar bebas antara Uni Eropa dan AS ditangguhkan karena masalah ini. Isu penyadapan juga diperkirakan akan berdampak pada kebijakan Uni Eropa untuk memperketat perlindungan data pribadi.

Uni Eropa akan mendukung undang-undang yang diusulkan Komisi Eropa pada awal 2012 untuk membatasi cara pengumpulan data di Eropa oleh perusahaan-perusahaan internet, seperti Google dan Facebook, yang dibagi dengan negara-negara non-Uni Eropa. Undang-undang itu juga akan memberikan hak kepada warga Uni Eropa untuk meminta jejak digital mereka dihapus dan mengenakan denda 100 juta euro (US$ 138 juta) atau lebih atas pelanggaran aturan.

AS mengkhawatirkan jika aturan itu menjadi undang-undang akan menaikkan biaya pengelolaan data di Eropa. Google, Yahoo!, Microsoft dan perusahaan internet lain sedang berusaha keras melakukan lobi untuk menghalangi proposal itu.

Penulis: D-11/NAD

Sumber:AFP/Reuters/Suara Pembaruan