Penjara Brasil Rusuh, 56 Napi Terbunuh i

Petugas polisi di Brasil.

Oleh: Unggul Wirawan / WIR | Selasa, 3 Januari 2017 | 13:06 WIB

Amazonas - Kerusuhan pecah di penjara Manaus, negara bagian Amazonas, Brasil. Menurut petugas, Senin (2/1), sebanyak 56 orang narapidana tewas dan 144 narapidana lainnya kabur.

Menteri Keamanan Negara Bagian Amazonas, Sergio Fontes mengatakan, kerusuhan terjadi sejak Minggu sore dan dipicu perkelahian antargeng. Mayat yang terbakar dan mayat bergelimang darah tergeletak di lapangan penjara.

“Selama negosiasi [untuk mengakhiri kerusuhan], orang-orang hukuman itu hampir tidak memiliki tuntutan. Permintaan mereka hanya tidak dihukum polisi saat digerebek, katanya.

Kekerasan baru berakhir setelah 17 jam, seusai para narapidana menyerahkan senjata dan membebaskan 12 sipir yang disekap sebagai sandera. Kerusuhan ini menjadi peristiwa paling mematikan dalam sejarah bentrokan penjara di Amerika Latin dalam satu dekade.

Di luar, polisi bersenjata lengkap memburu puluhan para narapidana yang melarikan diri melalui serangkaian terowongan yang ditemukan di kompleks Lembaga Pemasyarakatan Anisio Jobim.

Kementerian Keamanan Amazonas menyatakan ada 112 tahanan yang melarikan diri dari penjara dan 72 tahanan lain yang kabur dari kompleks Institut Pelatihan Antonio Trindade. Dari jumlah itu, hanya 40 orang yang berhasil ditangkap kembali.

Dilaporkan ada sekitar 600.000 narapidana di Brasil, dan kelebihan kapasitas adalah masalah yang serius di penjara-penjara Brasil. Laporan menyebut, kapasitas Lembaga Pemasyarakatan Pusat Anisio Jobim adalah yang terbesar Amazonas. Semula LP Jobim diperuntukkan untuk 454 narapidana, tetapi ternyata harus menampung 1.224 orang.

Saat kerusuhan dimulai, enam mayat tanpa kepala dibuang di atas pagar pembatas penjara. Gambar menunjukkan mayat penuh darah dan terbakar di halaman penjara dan gerobak.

Sergio Fontes, mengatakan dua geng saling bersaing pengaruh di dalam dan di luar penjara. Dua kelompok itu berupaya keras untuk mengendalikan perdagangan narkoba. Bentrokan melibatkan kelompok bernama Family of the North (FDN) dan First Capital Command (PCC), salah satu gerombolan terbesar di Brasil, yang berbasis di Sao Paulo.








Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT