Presiden AS Barack Obama.

Obama Ungkap Hari Ketika Paspampres pun Menangis

Presiden AS Barack Obama. (White House Photo)

Menjelang akhir jabatannya, Barack Obama mengenang hari yang paling berat selama dua periode menjadi presiden Amerika Serikat, yang bahkan membuat para anggota Secret Service menangis.

Hari yang dia maksud adalah ketika dia bertemu dengan para keluarga korban pembantaian di Sekolah Dasar Sandy Hook pada 2012.

“Saya masih menganggap hari ketika saya menuju ke Newtown untuk menemui para orangtua dan berpidato di depan masyarakat adalah yang paling berat selama masa kepresidenan saya,” kata Obama dalam wawancara dengan stasiun televisi History Channel yang baru akan ditayangkan pada 15 Januari mendatang, atau lima hari sebelum jabatannya berakhir.

“Itu satu-satunya saat saya pernah melihat Secret Service menangis dalam sebuah event. Jadi (peristiwa pembunuhan) itu memang brutal."

Secret Service adalah satuan khusus pasukan pengaman presiden (paspampres) di Amerika Serikat.

Obama sendiri beberapa kali berlinang air mata ketika mengenang pembantaian terhadap 26 orang tersebut, termasuk 20 anak-anak, di Newton, Connecticut, 14 Desember 2012.

Dia menitikkan air mata ketika berpidato dalam sebuah pertemuan lintas agama di Newton di hari pembantaian tersebut, dan juga di Gedung Putih Januari 2016 ketika menerbitkan keputusan presiden yang dirancang untuk mencegah pembunuhan dengan senjata api.

“Setiap kali saya memikirkan anak-anak itu, saya menjadi marah,” kata Obama dalam pidato 5 Januari 2016.

Dalam event lain beberapa hari berikutnya, Obama mengaku momen ketika dia bertemu dengan para keluarga korban terus menghantuinya.

“Bukan cuma orangtuanya. Mereka juga punya saudara mungkin berumur 10 tahun, delapan tahun atau tiga tahun, yang tidak paham kenapa saudaranya tidak pulang ke rumah," kata Obama.

Pidatonya di Newton pada hari penembakan disebut Obama sebagai yang paling sulit dia ucapkan.

“Kita berkumpul di sini mengenang 20 anak yang elok dan enam orang dewasa yang luar biasa," kata Obama ketika itu.

“Mereka kehilangan nyawa di sebuah sekolah yang seharusnya sekolah biasa saja di sebuah kota tenang penuh orang baik dan ramah, sama seperti kota lain di Amerika."

“Di sini di Newtown, saya datang untuk menyampaikan rasa cinta dan doa dari bangsa. Saya sangat paham bahwa kata-kata tidak akan menutup dalamnya rasa duka Anda, juga tidak akan bisa mengobati hati Anda yang terluka."

“Saya hanya bisa berharap bahwa ini bisa membantu meringankan ketika Anda tahu Anda tidak sendirian dalam rasa duka ini, bahwa dunia kita juga terguncang, dan di seluruh penjuru negeri ini kami menangis bersama Anda."



Heru Andriyanto/HA

Yahoo News