Ilustrasi
Pihak berwenang di Amerika Serikat dan kontrak perusahaan, berkontribusi atas kerentanan rantai pasokan

Lebih dari satu juta suku cadang elektronik palsu buatan China digunakan pesawat militer Amerika Serikat.

Laporan hasil temuan Senat Amerika Serikat itu membuat jaminan keamanan nasional dipertanyakan.

Komite Senjata di Senat mengatakan investigasi dilakukan selama setahun oleh Partai Demokrat, diketuai oleh Carl Levin dan John McCain.

Temuan itu menyebutkan bahwa ada 1800 kasus suku cadang palsu, termasuk yang digunakan pesawat kargo terbesar milik angkatan udara, helikopter untuk operasi khusus dan pesawat pengintai angkatan laut.

Laporan setebal 112 halaman itu memperlihatkan bagaimana suku cadang palsu dari China membanjiri pasokan dan mengancam kaamanan dan keselamatan nasional, dan pekerjaan tentara Amerika, kata Levin.

"Ini adalah kegagalan China terhadap pasar barang palsu yang terang-terangan beroperasi. Kegagalan China ini harus diperbaiki."

Laporan itu juga menyebutkan pemerintah China menolak visa staf komite yang akan melakukan perjalanan untuk membuktikan hasil temuan itu.

Pejabat di kedutaan China menyebutkan bahwa isu yang yang sensitif dan laporan negatif akan merusakan hubungan kedua negara.

Sementara itu senator menyalahkan China, laporan itu mengatakan pihak berwenang di Amerika Serikat dan kontrak perusahaan, berkontribusi atas kerentanan rantai pasokan kebutuhan pertahanan. Mereka gagal mendeteksi barang palsu atau gagal melaporkan hal itu ke militer.

"Suku cadang elektronik palsu dapat membahayakan nyawa tentara, pelaut, penerbang dan marinir," tulis laporan itu.

"Pasokan suku cadang palsu yang membanjiri pasaran mempersulit upaya pencegahan."

Suku cadang palsu itu termasuk yang digunakan oleh Electromagnetic Interference Filter, perangkat yang dipakai untuk misi dan operasi helikopter angkatan laut yang membawa peluru kendali SH-60B.

Suku cadang palsu juga digunakan dalam chip memory C-17 Globemaster III dan pesawat kargo C-130J, Navy P-8A Poseidon, pesawat Boeing 737 yang telah dimodifikasi untuk keperluan militer.

Penulis: