Ilustrasi: cuplikan adegan dari film "Innocence Muslims"
Film yang ditayangkan di Internet dengan judul "Innocence of Muslims" telah mengejek Nabi Muhammad SAW.

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menegaskan pembuat film "Innocence of Muslims", yang memicu unjuk rasa keras di seluruh dunia Muslim telah menyalahgunakan hak kebebasan mengungkap pendapat.

"Pembuatan film itu adalah perbuatan tercela dan memalukan," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Ban Ki-moon, dalam jumpa pers di kantor PBB, New York, Amerika Serikat, Rabu (19/9) waktu setempat

Film yang ditayangkan di Internet dengan judul "Innocence of Muslims" telah mengejek Nabi Muhammad SAW. Film itu memicu beberapa hari kekerasan mematikan benci Amerika Serikat di banyak negara Muslim, termasuk serangan terhadap konsulatnya di Benghazi, Libya hingga menewaskan duta besar mereka.

"Kebebasan mengungkapkan pendapat seharusnya dan harus dijamin dan dilindungi ketika digunakan untuk keadilan umum, tujuan umum," kata Ban. "Ketika beberapa orang menggunakan kebebasan mengungkapkan pendapat untuk menghasut atau mempermalukan nilai dan keyakinan orang lain, maka itu tidak bisa dilindungi sedemikian rupa."

"Sikap saya adalah bahwa kebebasan mengkapkan pendapat, sementara itu adalah hak dasar dan istimewa, tidak boleh disalahgunakan oleh orang seperti itu, oleh perbuatan tercela dan memalukan seperti itu," tandas Sekjen PBB asal Korea Selatan (Korsel) itu.

Penulis: