"Obama yang didukung Partai Republik lebih disukai negara Asia Pasifik karena lebih mengedepankan perdagangan internasional. Sementara Republik sangat mengedepankan ekspansi wilayah untuk memperkuat pertahanan mereka di Asia Pasifik."

Pemilihan Presiden Amerika Serikat yang mempertemukan kandidat asal Partai Demokrat, Barack Obama dan pesaingnya dari Partai Republik Mitt Romney, bakal berlangsung pada 6 November 2012, atau Rabu (7/11) waktu Indonesia. 'Pertarungan' keduanya diperkirakan bakal sangat sengit, apalagi hingga kini, popularitas Obama dan Romney masih berimbang.

Peneliti Pusat Kajian Wilayah Amerika Universitas Indonesia, Suzie Sudarman, mengatakan bahwa dukungan terhadap Obama dan Romney juga datang dari luar negeri.  "Tentunya negara-negara, seperti di Timur Tengah, Eropa, dan Asia Pasifik memiliki jagoannya masing-masing," ujarnya kepada Beritasatu.

Negara di Asia Pasifik, seperti Indonesia dan China, jelasnya, sudah pasti mengharapkan Obama menjadi presiden, ketimbang Romney.

"Obama yang didukung Partai Republik lebih disukai negara Asia Pasifik karena lebih mengedepankan perdagangan internasional. Sementara Republik sangat mengedepankan ekspansi wilayag untuk memperkuat pertahanan mereka di Asia Pasifik," lanjutnya.

Pun dengan Eropa yang berharap Obama terpilih kembali. Obama di mata negara-negara Eropa dinilai sebagai sosok tepat untuk membantu krisis Eropa. Sebaliknya, Romney masih kurang dikenal karena jarang bergaul dengan pihak Eropa.

"Jika Romney menang, Amerika bakal lebih fokus menangani isu internal, atau mencoba mengalihkan masalah internal menjadi isu global, dengan membuka teater perang baru, seperti Iran, dan Suriah," paparnya. 

Akan tetapi, bagi negara di Timur Tengah, seperti Israel, Romney merupakan figur tepat, yang dapat diajak untuk menjalankan kebijakan luar negerinya.

"Apalagi, selama ini, Romney berhasil memengaruhi Israel dengan mengatakan bahwa Obama kurang bersahabat dengan Israel," jelasnya.

Penulis: