Penembakan kembali terulang di Amerika Serikat (AS), tepatnya di Kota Taft, sekitar 200 kilometer sebelah Utara Los Angeles, California, yang melukai seorang murid dan guru.


Insiden penembakan kembali terulang di Amerika Serikat (AS), tepatnya di Kota Taft, sekitar 200 kilometer sebelah Utara Los Angeles, California, di mana seorang murid berumur 16 tahun melepaskan tembakan di dalam kelas.

Pelajar bersenjata itu masuk ke dalam sebuah ruang kelas sekitar jam 09.08 pagi waktu setempat, menembak satu murid, dan kemudian menembak lagi ke arah yang lain walau akhirnya meleset.

Namun, akhirnya penembak itu bisa diajak berunding dengan seorang guru dan salah satu staf pengawas sekolah.

Murid yang menjadi korban penembakan masih dalam keadaan kritis walau saat ini kondisinya stabil. Ia langsung diterbangkan dengan helikopter menuju Rumah Sakit terdekat di daerah Bakersfield.

Sheriff di wilayah Kern, California, Donny Youngblood, mengatakan seorang guru di sekolah menengah umum (SMU) Taft Union juga mengalami luka tembakan ringan di kepalanya.

Menurut Sheriff Youngblood, murid bersenjata itu mengantongi 20 putaran amunisi.

Saat penembakan itu terjadi, guru yang berada di dalam kelas mencoba menyuruh sekitar 20-an murid keluar lewat pintu belakang. Guru itu juga berusaha berbicara dengan penembak untuk mengalihkan fokusnya.

Tak hanya guru itu saja, pihak pengawas sekolah juga berusaha untuk berbicara dengan pelajar penembak itu.

"Mereka berbicara dengannya hingga penembak itu meletakkan senjatanya. Dia bahkan bilang ke guru itu, 'Saya tidak mau menembakmu,' dan menyebutkan nama orang yang ia ingin tembak," kata Youngblood seperti dikutip kantor berita Associated Press.

"Momen heroiknya adalah dua orang ini bisa saja lari dengan mudah, mencoba keluar dari kelas dan meninggalkan para murid di dalam kelas. Tapi mereka tidak melakukan hal itu. Mereka sadar mereka tidak bisa membiarkan penembak itu meninggalkan kelas sambil tetap memegang senjata," kata Sheriff Youngblood.

Penembakan ini terjadi kurang dari sebulan insiden penembakan sebelumnya yang menewaskan 20 murid dan enam orang dewasa di sekolah dasar (SD) di Newtown, Connecticut.

Pembantaian massa itu memicu debat di Amerika soal kepemilikan senjata dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan ia akan memprioritaskan penghentian kekerasan senjata.

Wakil Presiden AS Joe Biden mengatakan ia berencana untuk merilis rekomendasi minggu depan, dan itu kemungkinan termasuk soal aturan pengetatan kepemilikan senjata dan larangan untuk memiliki amunisi senjata yang berlebihan.

Penulis: