Ilustrasi peretasan komputer.
Memonitor pemberitaan tentang China.

New York -
Sehari setelah kantor berita The New York Times melapor bahwa beberapa komputer di gedungnya diretas serta ada pencurian kata kunci pegawainya, kantor berita Wall Street Journal (WSJ) melaporkan hal yang sama, Kamis (31/1), New York, AS.

Hari Kamis (31/), WSJ mengumumkan, jaringan di kantornya diserang oleh peretas asal China, yang sepertinya mencoba memonitor pemberitaan kantor tersebut tentang China. Dalam laporannya dikatakan, peretas mencoba masuk ke jaringannya melalui komputer yang berada di biro perusahaan tersebut di Beijing.

Dalam pernyataannya, pemilik kantor berita tersebut mengungkap, serangan itu sudah cukup lama terjadi dan pihaknya terus bekerja bersama otoritas dan pakar keamanan untuk membersihkan sistemnya. Guna membersihkan sistemnya dari peretas, kantor berita tersebut menyatakan butuh perombakan besar-besaran.

Kementerian pertahanan dan keamanan China, dikutip dari The New York Times, membantah keterlibatan dalam serangan siber yang terjadi di perusahaan-perusahaan AS mana pun. Namun, para pakar keamanan di tahun 2008 pernah mengatakan, para peretas China sejak lama menargetkan perusahaan-perusahaan media di AS sebagai upaya memonitor isu-isu tentang China.

Dalam laporan untuk salah satu kliennya di bulan Desember lalu, sebuah perusahaan keamanan, Mandiant, dalam beberapa penyelidikannya menemukan bukti-bukti adanya pencurian data yang dilakukan oleh peretas China. Para peretas itu mencuri email, kontak, dan data dari lebih 30 jurnalis dan pihak eksekutif di negara barat itu. Peretas itu juga kerap mengulang pemeriksaan kepada jurnalis-jurnalis tertentu. Umumnya, para jurnalis itu kerap menuliskan artikel tentang pemimpin China, masalah politik dan hukum di China, serta tentang perusahaan telekomunikasi China, Huawei. 

Tahun lalu, perusahaan media AS lain, Bloomberg juga menjadi target serangan peretas China. Walau beberapa komputer terinfeksi, namun, perusahaan tersebut mengatakan, sistemnya sudah kembali aman. Serangan itu muncul setelah muncul pemberitaan dari media tersebut yang membahas tentang kekayaan kerabat calon presiden China, Xi Jinping.

Serangan terhadap The New York Times tak jauh dari munculnya pemberitaan investigasi --terbit di bulan Oktober-- tentang kekayaan dari kerabat Perdana Menteri China Wen Jiabao yang mendadak mendapat kontrak kerjasama bernilai beberapa miliar dolar.

Pakar keamanan jaringan yang disewa The New York Times berhasil mendeteksi dan memblokir komputer yang menyerang. Ditemukan beberapa bukti, komputer yang menyerang memang berasal dari China.

Penulis: /WEB