Chris Kyle, sniper Amerika yang akhirnya ewas tertembak di Texas.
Kelompok perlawanan Iraq memasang hadiah US$20.000 bagi yang bisa membunuhnya.

Seorang veteran perang Iraq dan mantan anggota pasukan elit Amerika Serikat, SEAL, yang juga dikenal sebagai sniper paling mematikan dalam sejarah negaranya, telah tewas tertembak di sebuah tempat latihan menembak di Texas.

Jenasah Chris Kyle dan jenasah seorang pria lain ditemukan di lahan Rough Creek Lodge Sabtu kemarin (Minggu dinihari WIB), sementara seorang tersangka juga telah ditangkap.

Kyle, 38, adalah penulis American Sniper yang meraih best seller pada 2102, sebuah buku yang berkisah tentang kejiwaan seorang sniper atau penembak tersembunyi, dan juga memuat klaimnya kalau dia telah membunuh lebih dari 250 orang.

Dia bertugas empat kali di Iraq dan diberi penghargaan karena keberaniannya.
Si pelaku menembaknya sekitar pukul 15:30 waktu setempat (4:30 Minggu WIB) lalu kabur menggunakan sebuah mobil pickup milik salah satu korban.

Sherif di Erath County, Tommy Bryant, mengatakan motif pembunuhan belum jelas dan bagaimana para korban tertembak juga masih disidik.

Namun dikatakannya seorang pria berumur 25 tahun telah ditangkap sebagai tersangka lima jam setelah kejadian sekitar 110 km dari TKP.

Scott McEwen, yang juga penulis buku yang sama dengan Kyle, berkomentar soal nasib rekannya itu: "Ini betul-betul mengejutkan dan ironis bahwa setelah apa yang telah dilalui oleh Chris, inilah cara dia mengakhiri hidup, karena sebetulnya ada banyak sekali cara dia bisa terbunuh sejak dulu."

Kyle, seorang mantan koboi, dianggap sebagai sniper paling berhasil di Amerika. Menurut data Pentagon, dia telah membunuh 160 orang, namun dia sendiri memperkirakan jumlah korbannya 255.

Menurut intelijen angkatan darat, Kyle dijului "The Devil" oleh para pasukan perlawanan Iraq yang memasang hadiah US$20.000 bagi yang bisa membunuhnya.

Kyle juga tidak menunjukkan penyesalan atas apa yang telah dia lakukan pada para korbannya.

"Setiap orang yang saya bunuh, saya yakin mereka itu jahat," kata dia dalam sebuah wawancara dengan BBC setahun yang lalu.

"Saat saya menghadap Tuhan nanti, ada banyak yang harus saya pertanggung-jawabkan, tapi tidak termasuk membunuh orang-orang itu."

Penulis: