Pesawat Tempur F-35 milik Amerika Serikat

New York - Departemen Pertahanan Amerika memutuskan untuk mengandangkan semua pesawat tempur paling canggih F-35 yang baru dikirim setelah inspeksi yang dilakukan menemukan retakan pada baling-baling turbin di mesin pesawat, demikian menurut Pentagon Jumat (22/2) waktu setempat.

F-35, yang bertehnologi siluman atau stealth alias tak bisa dilacak dengan radar militer, diklaim sebagai pemegang supremasi udara saat ini.

Pesawat yang di-grounded berasal dari seluruh tiga tipe yang dioperasikan oleh Angkatan Udara, Angkatan Laut dan Marinir AS sementara investigasi dilakukan.

Lockheed Martin, pembuat pesawat tehnologi tinggi itu, mengatakan penghentian operasi akan mencakup 64 jet tempur terbaru. Militer AS telah menganggarkan US$396 billion (Rp3.844 triliun) untuk membeli 2.456 jet tempur serupa sampai akhir dekade 2030.

Namun program  pengadaan yang paling mahal dalam sejarah militer itu diganggu oleh banyak penundaan dan pembengkakan biaya sehingga sangat mungkin menjadi target pemotongan anggaran yang sedang gencar digalakkan.

Pihak Marinir juga telah menghentikan oeprasi pesawat serupa milik mereka dari 18 Januari hingga 13 Februari karena masalah berbeda terkait selang bahan bakar.

Kantor Pentagon yang menjalankan proyek pengadaan ini mengatakan retakan baling-baling ditemukan dalam sebuah inspeksi rutin Selasa lalu, saat dilakukan tes pada salah satu pesawat di Pangkalan AU Edwards di California. Baling-baling itu telah dikirim ke pabrik pembuat mesinnya  Pratt & Whitney, di Connecticut, untuk dicari penyebabnya.

Matthew C. Bates, jurubicara Pratt & Whitney, mengatakan tidak ada pesawat F-35 lainnya yang mengalami keretakan serupa.

Namun kantor program F-35 di Pentagon mengatakan telah memutuskan penghentian penerbangan sebagai bentuk sikap kehati-hatian sampai investigasi selesai dan penyebab keretakan telah dipahami.

F-35 merupakan pesawat state-of-the art yang bisa dioperasikan oleh tiga angkatan di militer, dengan kecanggihan-kecanggihan yang bisa mengatasi sistim pertahanan milik sebagian besar musuh.

Jet tempur yang bisa menghindari radar ini bukan hanya membawa rudal anti pesawat canggih, tapi juga bisa membantu pilot mendeteksi ancaman musuh dengan lebih baik.

Penulis: Heru Andriyanto/HA

Sumber:The New York Times