Seorang anak tengah bermain di kolam bola

Sejumlah penelitian yang dipublikasikan oleh Lancet Medical Journal berhasil membuktikan bahwa aktivitas bermain dapat membantu tingkat kecerdasan anak-anak.

Berdasar penelitian yang dilakukan oleh Institute of Child Health at University College London, dengan bermain ternyata skor IQ anak-anak cenderung meningkat secara signifikan.

Meningkatkan kecerdasan anak bisa dilakukan dengan intervensi sederhana, yakni dengan mendorong mereka untuk lebih banyak bermain.

Bermain juga dinyatakan sangat penting bagi anak-anak usia pra sekolah. Orang tua disarankan jangan melewatkan kesempatan bermain anaknya hingga masuk usia sekolah dasar.

Hal tersebut dikarenakan, selepas kelas lima sekolah dasar, kesempatan untuk memperbaiki tingkat IQ anak menjadi semakin berkurang.

"Anggapan bermain bukanlah kegiatan yang berguna dan hanya membuang waktu harus dibuang jauh-jauh dari pikiran kalangan orang tua," jelas Chris Brown, salah seorang peneliti.

Bermain, selain merupakan hak asasi anak, juga diperlukan untuk meningkatkan tingkat intelegensia mereka. Apalagi, usia pra sekolah merupakan masa penentu dalam perkembangan dan optimalisasi otak mereka.

Dengan bermain, anak-anak dikatakan bakal mendapat suasana yang santai, sehingga dirinya bisa berpikir dengan kecepatannya masing-masing sekaligus menjadi stimulan bagi otaknya untuk menciptakan koneksi antar sel yang lebih banyak.

Selain itu, bermain juga mampu memberikan motivasi intrisik yang membantu otak untuk bekerja, yang tidak akan ditemukan dalam kondisi lainnya.

"Saat sedang bermain, anak akan mendapatkan kepuasan terhadap pencapaian sesuatu. Selain itu, otak mereka akan bekerja secara optimal saat tengah bermain sehingga mampu merespon kondisi dengan lebih baik," kata Brown.

Agar dapat meningkatkan intelegensia anak, jenis permainan yang dimainkan oleh anak sebisa mungkin dibuat bervariasi dengan melibatkan unsur fisik, alat, kata-kata, dan lainnya.

"Semakin sering anak-anak berinteraksi dengan berbagai kegiatan, hal itu akan memberikan banyak kesempatan bagi tubuh dan otaknya untuk berkembang secara seimbang," pungkas Brown.

Penulis: Feriawan Hidayat/FER

Sumber:Magforwomen