Ilustrasi anak makan makanan dengan ukuran besar.

Jakarta - Bukan hal aneh ketika orangtua meminta -atau memaksa- anaknya menghabiskan semua makanan yang ada di piring makan sang anak. Namun studi terkini mengatakan, kebiasaan orangtua ini bisa memicu masalah kesehatan pada anak di kemudian hari.

Pakar pola makan dari Universiy of Minnesota, AS, Katie Loth, seperti dikutip dari HealthDay, mengatakan, di zaman dulu, perintah orangtua kepada anak agar menghabiskan makanan di piring masih bisa dipahami, namun hal itu tidak bisa diterapkan di masa kini.

Menurut Loth, di era modern, porsi makan kian meningkat dan jauh lebih banyak dibanding porsi makan di tahun 50-an, misalnya. Apalagi dengan adanya menu-menu junk food. Di era lampau, pesan yang ingin disampaikan orangtua adalah untuk tidak menyia-nyiakan makanan karena bukan hal yang mudah menyajikan makanan di atas meja makan.

Di zaman modern, lanjut Loth, karena porsi makan kian banyak, memaksa anak menghabiskan makanan bisa melemahkan sinyal internal diri yang mengatakan perutnya sudah cukup menerima makanan.

Ketika terus dipaksa untuk mengabaikan sinyal kenyang dan terus makan, si anak akan menyimpan kalori berlebih dalam tubuh, yang pada akhirnya mengakibatkan obesitas bila terus terjadi.

Dari studi terhadap 2.200 remaja dan 3.500 orangtua, Loth mendapati, ayah lebih sering memaksa anaknya menghabiskan makanan yang ada di piring ketimbang ibu.

Anak lelaki pun lebih sering ditekan untuk menghabiskan makanan di piring makannya ketimbang anak perempuan.

Sementara itu, dr Michael Hobaugh, pemimpin di La Rabida Children's Hospital di Chicago, AS menyatakan, dari hasil penelitiannya, anak mengalami kondisi berat badan berlebih karena orangtuanya tidak tahu persis berat badan ideal untuk anak sesuai umurnya.

Peneliti lain, dr Brian Wansink dari Cornell University, New York, AS, mengatakan, untuk kunci untuk menjaga berat badan adalah mengatur jumlah makanan dan menggunakan piring kecil.

Kesimpulan Wansink didapat setelah meneliti cara orang dengan tubuh kurus dan tubuh gemuk memilih makanan di meja makan prasmanan.

Orang dengan berat badan berlebih, ketika dihadapkan dengan beragam pilihan lauk pauk di meja prasmanan cenderung melihat satu per satu lauk yang ada dan berpikir, "Saya mau ini atau tidak, ya?" Sementara orang dengan tubuh kurus cenderung melihat dulu semua makanan yang ada, lalu memilih yang ia inginkan menggunakan piring berukuran kecil, kebalikan dari kebiasaan orang berukuran tubuh berlebih.

Penulis: /NAD

Sumber:Daily Mail